4 Kali Dipenjara Tak Bikin 2 Residivis Jera

Kompol Heru Muslimin (tengah) saat menunjukan barang bukti hasil kejahatan duet pencuri
Kompol Heru Muslimin (tengah) saat menunjukan barang bukti hasil kejahatan duet pencuri

SLEMAN (MERAPI)– Meski sudah 4 kali masuk penjara, dua orang residivis, yakni RN (42) warga Klaten dan HR (38) warga Purworejo tak juga jera. Keduanya kembali berurusan dengan polisi setelah membobol rumah seorang warga di Dusun Gedongan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Mereka mencongkel jendela kemudian menggasak HP dan uang tunai.

“Duet pencuri ini sudah keluar-masuk penjara. Kebanyakan kasus pencurian yang mereka lakukan berada di wilayah Klaten,” ujar Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin kepada wratawan, Kamis (23/11).

Kompol Heru mengatakan, aksi pencurian di Sleman baru pertama kali dilakukan duet maling ini. Awalnya pada 24 Oktober lalu, warga Ngemplak melapor rumahnya dibobol pencuri. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi di lapangan. Setelah lebih dari sebulan menyelidiki, petugas berhasil mengidentifikasi kedua tersangka. “Ternyata mereka adalah residivis yang telah empat kali keluar-masuk penjara dalam kasus yang sama,” ujar Heru.

Heru menjelaskan, kepada polisi keduanya mengaku aksi pencuriaannya dilakukan saat tengah malam. Saat itu korban dalam keadaan tidur. Keduanya pun sudah merencanakan pencurian dengan matang. Termasuk dengan melakukan survei sebelum beraksi.

“Jadi pada saat siang hari, tersangka mensurvei sasaran. Setelah mendapat sasaran, malam harinya pukul 00.00, mereka langsung melakukan eksekusi,” beber Heru.

Dikatakan, aksi pencurian tersebut dilakukan kedua tersangka dengan cara mencongkel jendela rumah. Setelah berhasil masuk dalam rumah, mereka mengambil dua buah handphone dan satu tas dengan kerugian Rp 4 juta.

“Tersangka ini berprofesi sebagai tukang kayu, sehingga dengan mudah dapat menjebol jendela rumah korban,” kata Heru. Ditambahkan, saat melancarkan aksinya, kedua tersangka saling berbagi tugas, di mana RN yang merupakan otak kejahatan ini bertugas sebagai eksekutor. Sementara HR membatu RN masuk dalam rumah dan mengawasi situasi sekitar, dan bersiap-siap di motor.

“Kedua tersangka merencanakan aksinya dengan matang, sehingga dengan cepat bisa masuk dan mengambil barang berharga milik korban,” jelasnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, Kompol Heru meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak pidana kriminal yang marak di musim hujan. Pasalnya saat ini banyak kasus pencurian rumah terjadi di wilayah Sleman.

Sementara itu tersangka RN mengaku nekat melakukan pencurian lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. “Sasarannya rumah yang ada hartanya dan mudah untuk dibobol,” kata RN. Akibat perbuatannya, mereka harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman. Keduanya dikenakan Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Sekap Pensiunan TNI, Perampok Gasak Rp 31 juta
Sekap Pensiunan TNI, Perampok Gasak Rp 31 juta

KALASAN (MERAPI)- Komplotan perampok yang berjumlah 4 orang menyatroni rumah seorang purnawirawan TNI, Totok Suharto (65) warga Karanglo, Purwomartani, Kalasan,

Close