Sekap Pensiunan TNI, Perampok Gasak Rp 31 juta

Sekap Pensiunan TNI, Perampok Gasak Rp 31 juta
Sekap Pensiunan TNI, Perampok Gasak Rp 31 juta

KALASAN (MERAPI)– Komplotan perampok yang berjumlah 4 orang menyatroni rumah seorang purnawirawan TNI, Totok Suharto (65) warga Karanglo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (23/11) dinihari. Para pelaku yang bersenjatakan golok ini mengancam kemudian menyekap korban dan istrinya. Mereka sukses membawa kabur sejumlah barang dan uang tunai dengan kerugian mencapai Rp 31 juta lebih.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka ringan dan syok. “Total kerugian yang diderita korban mencapai Rp 31.650.000,” ujar Kapolsek Kalasan Kompol Teguh Mulyono kepada Merapi kemarin. Kompol Teguh mengatakan, barang-barang korban yang hilang di antaranya uang tunai Rp 8 juta dan sejumlah HP meliputi Samsung Galaxy J2, Samsung Galaxy J1,  Samsung Galaxy Note 5 serta Nokia. Selain itu juga speaker aktif, kacamata, cincin emas dan 2 buah laptop Acer dalam kondisi rusak.

Menurut dia, aksi perampokan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya istri korban mendengar suara benda terjatuh di dalam rumahnya. Dia lalu membangunkan suaminya. Korban dan istrinya pun keluar kamar untuk melihat sumber suara itu. Namun saat keluar kamar, mereka mendapati empat orang tengah berusaha mencongkel jendela kemudian masuk rumah. Karena aksinya kepergok korban, para pelaku panik. Mereka kemudian mengancam korban dan istrinya menggunakan golok. Korban pun pasrah dan ketakutan.

Usai mengancam akan membunuh korban, para pelaku yang berjumlah empat orang ini kemudian menyekap pasangan suami istri tersebut. Tangan korban diikat, kemudian mulutnya dibekap dengan lakban. Pelaku pun lantas meminta korban menunjukkan di mana dia menyimpan barang berharga. Dengan leluasan, pelaku kemudian menggasak uang tunnai, HP dan perhiasan senilai puluhan juta rupiah itu.

Usai mendapatkan barang yang dinginkan, para perampok ini langsung kabur dengan meninggalkan korban dalam posisi terikat. Jelang Subuh, korban meminta bantuan tetangganya untuk melepaskan ikatan di tangannya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kalasan.

Dikatakan Kompol Teguh, setelah meminta keterangan saksi dan korban, diketahui jika para pelaku datang dengan menggunakan mobil warna putih.

“Pelaku empat orang laki-laki, dua menggunakan cadar. Dari keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri logat bahasa Batak,” ujar Teguh.

Ditambahkan Teguh, untuk memburu pelaku, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi yang ada di sekitar TKP. Saat kejadian perampokan itu, lokasi di sekitar rumah korban cukup sepi.

“Keterangan korban masih kami kembangkan untuk memburu pelaku,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Ngopi Bareng Dorong Semangat Subuh Berjemaah
Ngopi Bareng, Dorong Semangat Subuh Berjemaah

SALAT Subuh berjemaah menjadi salah satu aktivitas yang sulit dilakukan oleh sebagian umat muslim. Padahal, ada keutamaan dalam menjalankan Salat

Close