Aniaya Pemuda, Gerombolan Anak Punk Dibekuk

Tersangka Wah mengakui semua perbuatannya
Tersangka Wah mengakui semua perbuatannya

PURWOREJO (MERAPI) – Satuan Reskrim Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan Levi Putra Aditya (21) warga Pedurungan Kidul Semarang, mengalami luka berat. Tiga pelaku yang tak lain gerombolan anak punk berinisial Wah alias Kutil (21) warga Mranti Purworejo, Yo (16) warga Baledono dan Sa (14) penduduk Sebomenggalan Purworejo, diringkus polisi. Satu pelaku lain berinisial Fat, ditetapkan masuk  Daftar Pencarian Orang (DPO).

Aksi barbar itu terjadi ketika korban memboncengkan istrinya naik motor melintasi gerombolan pelaku yang sedang tongkrong di Jalan Gadjah Mada Desa Candisari Banyuurip. Korban dan pelaku saling bertatap mata. Pelaku menilai tatapan itu sebagai tantangan dari korban.

Menyadari menjadi perhatian, korban mendekati kelompok pelaku. “Niatnya mau bicara baik-baik, tetapi langsung dihajar oleh empat pemuda jalanan itu,” kata Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya SIK, menjawab pertanyaan Merapi, Kamis (23/11).

Belum puas menghajar dengan tangan kosong, tersangka Wah mengeluarkan besi knekel berbentuk logo Batman dari balik baju, lalu memukul kepala korban. Korban jatuh pingsan dengan kepala berlumuran darah. “Istri korban berteriak minta tolong dan para pelaku kabur. Korban dibawa ke RUSD Dr Tjitrowardoyo Purworejo. Korban menderita enam luka di kepala hantaman benda tajam dan tumpul,” ungkapnya.

Polisi mendapat laporan warga dan langsung melakukan penyelidikan. Komplotan pelaku dibekuk kurang dari 24 jam setelah penganiayaan itu. Ketiganya ditangkap tanpa perlawanan di rumah masing-masing.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun. “Untuk DPO terus kami kejar, yang jelas identitasnya sudah diketahui,” tegasnya.

Sementara tersangka Wah mengaku merasa tertantang ketika melihat korban melintas. Secara spontan empat pelaku memukul begitu korban mendekat. “Saya punya besi knekel untuk aksesori kalung, tanpa pikir panjang saya pakai untuk memukul. Saya menyesal,” ujarnya. (Jas)

Read previous post:
Ceplok berjalan tertatih dibantu petugas
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Didor

KARANGANYAR (MERAPI) - Pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) asal Gondosuli, Tawangmangu, Suparno alias Ceplok ditembak di bagian kakinya akibat melawan

Close