Tabrak Orang Hingga Gegar Otak, Calon Mahasiswa Dituntut 1 Tahun

Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Yogyakarta menyatakan meminta keringanan hukuman
Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Yogyakarta menyatakan meminta keringanan hukuman

YOGYA (MERAPI) – Seorang calon mahasiswa, APRJ (20) asal Ambon menyatakan tetap pada pembelaan dengan meminta keringanan atas tuntutan jaksa Bambang Tejo SH yang menuntut terdakwa selama 1 tahun penjara. Pasalnya, sejak awal terdakwa ingin menyelesaikan masalah ini secara baik-baik tetapi keluarga saksi korban menginginkan proses hukum.

“Untuk itu atas tuntutan dan replik jaksa kami menyampaikan tetap pada pembelaan kami agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman,” ujar Syahdi Syahri SH, penasihat hukum terdakwa kepada wartawan usai persidangan di PN Yogya, Selasa (7/11).

Dalam perkara dengan hakim diketuai Loise Beti Silitonga SH terungkap, terdakwa pada Minggu 7 Mei 2017 sekira pukul 03.30 mengendarai motor di Jalan Kusumanegara Kelurahan Semaki Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Terdakwa telah mengetahui bahwa dirinya tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) namun tetap mengendarai sepeda motor. Saat itu terdakwa berangkat dari kos temannya di daerah Janti hendak mengantarkan temannya pulang ke kosnya di daerah Mandala Krida,. Tetapi sesampainya di kos kemudian keduanya tanpa menggunakan helm kembali keluar hendak mencari tempat makan dimana terdakwa saat itu kembali mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dengan plat nomor polisi palsu.

Sesampai di pertigaan Jalan Sukonandi dan akan menyeberang ke arah selatan jalan Kusumanegara terdakwa saat itu bermaksud berjalan ke arah barat jalan Kusuma negara. Terdakwa yang masih di ujung jalan Sukonandi dari sebelah utara saat itu melihat ada beberapa sepeda motor melaju dari arah barat jalan Kusumanegara namun terdakwa memutuskan tanpa mendahulukan sepeda motor yang berjalan lurus, tetap mengendarai sepeda motornya tanpa berhenti dalam kecepatan tinggi.

Motor terdakwa menabrak sepeda motor Yamaha Jupiter nomor polisi AB-4548-JI yang dikendarai saksi Bimo Lovely hingga jatuh kaki patah dan kepala mengalami gegar otak. Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 310 ayat (3) Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lokasi bunuh diri wanita misterius di perlintasan dekat Jembatan Layang Janti
Tubuh Wanita Hancur Terseret Kereta Api

BANGUNTAPAN (MERAPI) - Seorang wanita tewas tertabrak kereta api di perlintasan tidak jauh dari Jembatan Layang Janti, Karangbendo, Banguntapan, Bantul,

Close