Pelajar Bawa Pistol, 5 Kali Nodong di Jalanan

Pelaku beserta barang bukti saat digelandang di Polsek Berbah
Pelaku beserta barang bukti saat digelandang di Polsek Berbah

BERBAH (MERAPI) – Aparat Polsek Berbah Sleman mengamankan seorang pemuda berinisial AC (16) pelajar SMK warga Demangan Tegaljatimulyo Pleret Bantul, lantaran melakukan penodongan. Saat diamankan pelaku kedapanan membawa pistol soft gun dan pemukul besi.

Kapolsek Berbah Kompol Suhadi mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari kecurigaan petugas yang melihat pelaku bersama temannya berinisial DK melintas di Jalan Wonosari dengan sepeda motor, Minggu (5/11). Karena curiga petugas lantas melakukan pengejaran dan menangkap pelaku.

“Saat kami geledah ditemukan pistol dan stick baseball. Sedangkan teman pelaku berhasil melarikan diri,” beber Suhadi, Senin (6/11).

Atas temuan itu pelaku langsung digelandang ke Polsek Berbah guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bahwa pistol dan stick baseball itu digunakan untuk melakukan penodongan terhadap pengendara motor yang melintas di daerah sepi.

“Setidaknya pelaku sudah melakukan penodongan di lima lokasi berbeda, di antaranya Jalan Wonosari tiga kali dan Jalan Imogiri dua kali,” katanya.

Dari pengakuanya, uang hasil kejahatannya sebesar Rp 50 ribu, sampai Rp 80 ribu tersebut digunakan untuk membeli rokok. Lanjut Suhadi untuk menambah keberanian saat melakukan aksi penodongan tersebut, pelaku terlebih dahulu mengkonsumsi pil koplo.

“Sebelum melakukan aksinya pelaku selalu mengkonsumsi pil koplo, namun saat kita geledah tidak kami temukan. Pengakuannya uang itu digunakan untuk membeli rokok,” jelasnya.

Menurut Suhadi, pistol jenis soft gun tersebut dibeli pelaku melalui media sosial seharga Rp 700 ribu. Namun pelaku berdalih jika pistol tersebut tidak difungsikan, tapi hanya digunakan untuk menakut-nakuti korbanya, dengan cara ditodongkan sambil meminta uang.

“Sasarannya sembarang. Asalkan korban sendirian, kemudian dikejar dan dihentikan kemudian ditodong dengan pistol,” ungkap Suhadi.

Sementara itu pelaku AR mengaku setiap kali melakukan penodongan tidak selalu dilakukan berdua dengan temannya yang saat ini masih buron, tapi juga dilakukan sendirian. Pelaku mengatakan melakukan aksi penodongan karena terinspirasi semuah film laga.

“Sasaran tidak tentu, sembarangan asal dapat saja. Uang digunakan untuk membeli rokok,” kata AC.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Pasal 1 ayat 1 Jo Pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Kini pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Berbah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Shn)

Read previous post:
Dandim Yogya memberikan pengarahan terkait antisipasi Balatkom dan radikalisme
Dandim Yogya: Waspadai Balatkom

YOGYA (MERAPI) - Dandim 0734/Yogyakarta Letkol Inf Rudi Firmansyah memberikan pengarahan kepada prajuritnya terkait antisipasi bahaya laten komunis (Balatkom) dan

Close