Mayat Hilang Usai Dimakamkan Bikin Geger Warga Rongkop

Polisi dan warga melakukan ronda malam di kuburan untuk menghindari mayat hilang
Polisi dan warga melakukan ronda malam di kuburan untuk menghindari mayat hilang

RONGKOP (MERAPI) – Warga Kecamatan Rongkop, Gunungkidul digegerkan isu hilangnya mayat yang baru saja dimakamkan di pemakaman umum Desa Karangwuni. Dalam beberapa hari terakhir, warga pun melakukan ronda di makam kampung untuk menghindari kejadian serupa. Warga meyakini, mayat yang baru saja dimakamkan itu digondhol hewan misterius.

Kapolsek Rongkop AKP Hendra Prastawa didampingi Babinkamtibmas Bripka Suwarto kepada wartawan, Jumat (3/11) membenarkan kabar itu. Untuk itu, anggota Polsek Rongkop ikut membantu warga melakukan pengamanan dan ronda di makam dalam beberapa hari terakhir. Biasanya, mayat yang hilang baru saja dimakamkan. Menurut AKP Hendra, desa yang kini mendapat prioritas pengamanan dan pengawasan adalah Desa Karangwuni, Rongkop. Sebab di desa itulah laporan hilangnya mayat muncul. “Kita lakukan pengamanan di sekitar makam atas informasi warga yang menyatakan adanya mayat yang hilang usai baru saja dikubur. Warga menduga dimangsa binatang buas (liar),” kata AKP Hendra.

Dikatakan, laporan itu masuk ke polisi pada pekan lalu. Saat itu warga resah karena salah satu makam ditemukan berantakan. Saat dilihat, mayat di dalamnya sudah raib. Mayat yang hilang itu baru saja dimakamkan. Dikatakan AKP Hendra, hingga saat ini belum diketahui pasti jenis binatang atau makhluk apa yang membongkar kuburan untuk kemudian menggondhol mayat yang baru saja dimakamkan.

Usai menerima laporan warga itu, Polsek Rongkop langsung menerjunkan anggota untuk melakukan pengamanan dan penjagaan kuburan, terutama jika ada salah satu warga yang baru saja meninggal. “Kita juga tekankan kepada anggota Bhabinkamtibmas agar terbuka dan peduli dengan kegiatan warga agar keresahan-keresahan semacam ini bisa diminimalisir,” terangnya.

Salah satu warga Desa Karangwuni, Rongkop, Sunyoto (45) mengatakan, kejadian hilangnya mayat yang baru saja dimakamkan cukup meresahkan warga. Apalagi sudah beberapa kali terjadi. Untuk mencegah hal serupa, warga berinisiatif melakukan ronda di makam, terutama makam yang baru. Sunyoto mengatakan, ronda di makam dilakukan minimal selama satu minggu (7 hari) setelah mayat dimakamkan. Namun ada juga yang ditunggui hingga 40 hari. Warga sendiri hingga kini belum mengetahui jenis binatang atau makhluk apa yang mengincar mayat-mayat tersebut. Apakah jenis harimau atau binatang buas lainnya. “Beberapa kali terjadi sebuah makam yang baru saja digunakan untuk mengubur mayat kondisinya berantakan. Kami menduga dibongkar binatang buas, namun belum pasti jenisnya apa,” imbuh Sunyoto. (Pur)

Save

Save

Save

Read previous post:
Press release ungkap kasus pencurian helm di Mapolres Kulonprogo
Tiga Kali Dipenjara, Tak Kapok Curi Helm

WATES (MERAPI) - Tiga kali dipenjara gara-gara mencuri helm, ternyata tidak membuat EK (56) jera. Warga Mantrijeron Yogyakarta ini kembali

Close