Tiga Kali Dipenjara, Tak Kapok Curi Helm

WATES (MERAPI) – Tiga kali dipenjara gara-gara mencuri helm, ternyata tidak membuat EK (56) jera. Warga Mantrijeron Yogyakarta ini kembali tertangkap saat beraksi di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Dharma, Jumat (3/11) menyampaikan, EK ditangkap setelah terbukti mencuri helm pada Selasa (24/10). Ini bermula saat ada pegawai Disdikpora Kulonprogo yang mencurigai gerak-gerik pelaku. “Dia mengambil helm dari parkiran dan berniat keluar namun dihentikan beberapa pegawai di pintu gerbang,” kata Kompol Dedi.

Pelaku diketahui melancarkan aksinya ketika situasi di sekitar lokasi kejadian nampak sepi. Ia memilih helm dengan merek tertentu yang harga jualnya mahal, kemudian membawa helm curian tersebut dengan cara diapit dua kaki saat hendak kabur.

Pelaku dipastikan sudah hafal merek helm tertentu yang kualitasnya bagus dan harganya mahal. Helm curian ini kemudian dijual ke beberapa teman dengan kisaran harga Rp 100 ribu.

Tindakan tidak terpuji ini kemudian dilaporkan ke Polsek Wates dan langsung ditindaklanjuti dengan penangkapan pelaku.

Petugas juga menyita beberapa barang bukti seperti helm bermerek INK, serta satu motor Yamaha Jupiter dengan nomor polisi AB 3049 JS, tas dan jaket milik pelaku. “Tersangka dikenai Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Dedi.

Ironisnya, EK merupakan residivis yang pernah tiga kali dipenjara dalam kasus sama yakni pada 2011, 2013 dan 2016. Ia pernah dipidana dua kali karena melakukan tindakan serupa di wilayah Pengasih, kemudian kembali dipidana setelah tertangkap basah mencuri helm di Wonosari, Gunungkidul.

Kepada petugas, EK mengaku terpaksa mengulangi perbuatannya mencuri helm lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi. Ia mengandalkan uang hasil penjualan helm curian ini untuk menambah pemasukan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Pekerjaan saya sebenarnya jualan LKS (Lembar Kerja Siswa) di sekolah-sekolah. Tapi penghasilannya tidak cukup,” keluhnya.

Dengan alasan perut, EK memutuskan mencuri helm kemudian menjualnya kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Sejak pertama kali beraksi hingga sekarang, sudah puluhan helm yang dicurinya. Saat beraksi, pelaku menyasar tempat-tempat umum seperti kantor dan sekolah. (Unt)

 

Read previous post:
KEJURNAS TERBUKA ANGKAT BESI 2017
Kejurnas Terbuka Angkat Besi 2017, Persaingan Nomor 50 Kg Putra Sengit

SLEMAN (MERAPI) - Kejuaraan Nasional (Kerjunas) Terbuka Angkat Besi Satria Remajia 2017 kelas youth 50 kg putra di GOR Klebengan,

Close