Sosialisasi Operaso Zebra Progo 2017 Polantas Joget Bareng di Pasar

WATES (MERAPI) – Aparat Polda DIY akan menggelar Operasi Zebra Progo 2017 pada 1-14 November mendatang. Polisi pun melakukan berbagai langkah sosialisasi dan imbauan kepada warga untuk tertib berkendara terutama saat pelaksanaan operasi.

Di Kulonprogo, anggota Satlantas Polres Kulonprogo menggelar sosialisasi pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2017, Senin (30/10). Sosialisasi dilaksanakan dengan iring-iringan kendaraan polisi serta puluhan anggota yang membawa beberapa poster imbauan dan ajakan untuk tertib berlalu-lintas. Mereka asyik berjoget dengan diiringi musik calung. Dua badut polisi yang nampak dalam iring-iringan, turut menyedot perhatian para pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto mengatakan, sosialisasi yang digelar dengan menggunakan musik seperti ini dinilai efektif menarik perhatian. Pihaknya memang sengaja mencari cara berbeda dalam menyampaikan program Ops Zebra Progo 2017.

Tak hanya di Halaman Pemkab Kulonprogo, sosialisasi juga menyasar Pasar Wates, Terminal Wates, Simpang Lima Karangnongko dan Kejaksaan Negeri Kulonprogo. Di tempat-tempat tersebut, Anggota Satlantas Polres Kulonprogo juga memberikan pamflet terkait dengan Ops Zebra Progo 2017.

“Harapannya, melalui sosialisasi ini masyarakat mengerti akan adanya Ops Zebra Progo. Rencana pelaksaannya menyasar sepanjang Jalan Brigjen Katamso, Jalan Diponegoro serta Jalan Daendels,” pungkas Maryanto.

Di Sleman, Kanit Dikyasa Polres Sleman Ipda Ricky Hariyanto mengatakan, dalam Operasi Zebra selama dua minggu ini, pihaknya akan melibatkan sedikitnya 170 personel. Sasarannya adalah pelanggaran lalulintas, kelengkapan surat menyurat hingga masalah keamanan saat berkendara, seperti pemakaian helm dan sabuk pengamanan.

“Operasi ini serempak di seluruh Indonesia. Saat ini masih dalam tahap persiapan dengan melakukan koordinasi dengan polda. Rencananya operasi dimulai pada 1-14 mendatang,” kata Ricky, Senin (30/10).

Dijelaskan, dalam operasi ini, polisi akan mengambil sikap tegas kepada pelanggar, yakni akan dikenakan sanksi tilang. Bagi yang terkena tilang, dia mejabarkan, warga bisa menyelesaikan di pengadilan. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan upaya pembinaan kepada pelanggar.

“Kami juga mengimbau kepada petugas untuk tetap santun selama bertugas. Tapi kami juga mengupayakan untuk sidang di tempat, kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” beber Ricky.

Menurutnya, sasaran operasi difokuskan di tempat-tempat yang ramai, seperti wilayah Dengung sampai Tempel, perempatan Kronggahan sampai Pelem Gurih dan simpang empat UPN hingga Proliman. Meski begitu operasi zebra tidak hanya difokuskan pada jalan protokol, tapi juga di seluruh wilayah Sleman.

Menurut Ricky, operasi zebra tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum terhadap masyarakat pengguna jalan dalam rangka menekan angka kecelakaan. “Operasi ini juga berguna untuk mewujudkan ketertiban keamanan dan keselamatan lalu lintas,” pungkas Ricky. (Unt/Shn)

Read previous post:
Residivis Curanmor Masuk Jebakan Polisi
Residivis Curanmor Masuk Jebakan Polisi

BERBAH (MERAPI) - Residivis kasus pencurian sepedamotor, TY (17) warga Margokaton, Sayegan, Sleman harus kembali berurusan dengan polisi. Dia dibekuk

Close