Njambret untuk Beli Miras

WATES (MERAPI) – Dua penjambret asal Purwodadi, Purworejo ditangkap polisi setelah merampas tas seorang remaja perempuan di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo, Senin (30/10). Kepada polisi, keduanya mengaku sudah menjambret 10 kali di DIY dan Jateng. Ironisnya, hasil kejahatan ini hanya digunakan para pelaku untuk berfoya-foya, yakni membeli minuman keras (miras).

Satu tersangka yakni CEP (20) diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Girimulyo, Kulonprogo sementara tersangka lainnya, WT (25) ditangani Polres Purworejo. Keduanya mengaku sudah beraksi sedikitnya 10 kali, dengan menyasar beberapa wilayah seperti Kulonprogo, Magelang dan Kota Yogyakarta.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Dicky Hermansyah kepada wartawan kemarin mengatakan, kedua tersangka dibekuk di kediaman masing-masing. Penangkapan ini merupakan hasil ungkap kasus penjambretan yang dilakukan dua pelaku di wilayah Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo pada Minggu (8/10) lalu.

“Korbannya seorang gadis berusia 17 tahun yang sedang dalam perjalanan menuju salah satu objek wisata di wilayah Girimulyo. Pas jalanan sepi, pelaku memepet motor korban dan merebut tasnya,” terang AKP Dicky Hermansyah.

Dikatakan, korban yang bernama Ni Komang Tri Widya Putri (17) sempat berupaya melawan, namun akhirnya terjatuh hingga tas miliknya berhasil dibawa kabur pelaku. Di dalamnya, terdapat dua HP dengan total harga Rp 4 juta serta dompet yang berisi identitas korban. Pelaku kemudian menjual barang hasil rampasan tersebut ke salah satu konter di wilayah Purworejo. Dari hasil pelacakan HP korban inilah pelaku akhirnya berhasil teridentifikasi.

“Petugas berhasil menemukan HP korban dengan ciri-ciri yang sama serta mengantongi informasi identitas pelaku sehingga langsung dilakukan penangkapan,” tegasnya.

Dalam penangkapan, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti dua HP warna hitam dan putih milik korban serta motor Honda Vario dengan nopol AA 4705 JV lengkap dengan surat-suratnya yang diduga digunakan pelaku untuk menjambret. Menurut Dicky Hermansyah, kedua pelaku bakal dijerat dengan Pasal 354 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Saat dimintai keterangan, tersangka CEP mengaku hasil kejahatan yang dilakukan dibagi rata dengan rekannya. Uang hasil penjualan kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta berfoya-foya membeli minuman keras.

“Biasanya memilih korban perempuan atau yang pacaran biar lebih gampang. Eksekusinya di lokasi yang sepi,” ungkapnya. (Unt)

 

Read previous post:
Pemkab Tolak 7 Desa Masuk Cagar Budaya Situs Sangiran
Pemkab Tolak 7 Desa Masuk Cagar Budaya Situs Sangiran

KARANGANYAR (MERAPI) - Pemkab Karanganyar memprediksi masuknya tujuh desa di kawasan Situs Manusia Purba Sangiran tidak akan berdampak bagus bagi

Close