Otak Komplotan Curanmor Lolos dari Sergapan Polisi

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Tim Buser Polsek Banguntapan dan Polres Bantul menyergap anggota sindikat pencurian motor (Curanmor) asal Tasikmalaya, Minggu (29/10) sekitar pukul 05.00. Satu pelaku yang merupakan penadah berhasil diamankan, sedang satu pelaku lain yang merupakan bos kompolotan ini kabur. Aksi mereka sangat meresahkan, karena mampu mencuri lebih dari satu motor dalam sehari.

Tersangka yang diamankan adalah Um (21) asal Bojong Nangkak, Cikalong, Tasikmalaya. Dia disergap petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banguntapan Iptu Deby Tri Andrestian SIK dan Aiptu Arif Budiyanto SIP  ketika melintas di depan Terminal Giwangan Yogyakarta.  Sementara satu pelaku yang merupakan otak komplotan ini berhasil meloloskan diri. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti dua hasil kejahatan mereka, yakni Honda CB 150 R yang dicuri di wilayah Kasihan, Bantul dan Yamaha Nmax yang disikat para pelaku di wilayah Ngaglik, Sleman.

Iptu Deby Tri Andrestian menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal saat polisi melakukan penyelidikan sindikat Curanmor asal Tasikmalaya itu sejak Agustus 2017 lalu. Mereka diduga sebagai otak pelaku pencurian motor yang sering beraksi di DIY, khususnya di Bantul.

Upaya pengungkapan tersebut tidak mudah, lantaran komplotan itu sangat licin dan selalu berpindah tempat mulai dari tempat kos hingga area operasinya. Kemudian pada Sabtu (28/10), Buser Polsek Banguntapan menerima informasi jika anggota komplotan ini sedang berada di wilayah Banguntapan. Petugas segera menyisir kawasan Banguntapan untuk melacak jejak komplotan pencuri lintas propinsi itu. Kemudian pada Minggu dinihari, petugas melihat dua pelaku melintasi depan Terminal    Giwangan.

Tidak mau buruannya lepas, petugas langsung menyergap tersangka Um tanpa perlawanan. Tahu rekannya dibekuk, otak komplotan ini pun kabur. Saat digeledah, ditemukan kunci T dan peralatan mencuri lainnya dari tas yang dibawa tersangka Um.

Polisi juga minta agar Um menunjukkan barang bukti hasil kejahatan yang dititipkan di jasa parkir milik salah satu warga. “Kami sita motor Honda CBR yang disimpan di salah satu jasa penitipan motor dan Yamaha Nmax. Kedua motor itu hasil pencurian di Kasihan dan Ngaglik,” ujar Deby. Dalam pemeriksaan lanjutan, ujar Deby, diketahui Um merupakan anggota sindikat asal Tasikmalaya. Kedatangannya ke Yogyakarta sengaja ingin mengambil motor hasil curian dari pelaku yang kabur.

“Kami sudah lama mengincar komplotan ini, tetapi sangat sulit dan baru Minggu pagi kami bekuk di depan Terminal Giwangan, Yogyakarta,” ujar Deby. Kepada polisi, Um mengaku baru tiga hari masuk Yogyakarta untuk mengambil motor hasil curian. “Saya hanya diminta tolong untuk membawa motor dari Yogyakarta ke Tasikmalaya,” ujar Um.

Dia juga mengaku sengaja datang ke Yogyakarta karena sistem pengamanannya tidak ketat. Salah satunya karena banyak mahasiswa dan kos-kosan.

Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno SH menambahkan, sejauh ini pihaknya masih mengembangkan pengakuan tersangka. Dijelaskan, motor-motor yang berhasil disita merupakan hasil curian pada Sabtu (28/10), baik Honda CBR maupun Yamaha Nmax. “Komplotan ini sangat profesional, dalam sehari bisa mencuri motor lebih dari satu. Setelah motor berhasil diambil, dengan cepat dibawa ke Tasikmalaya untuk menghilangkan jejak,” ujar Suharno. (Roy)

Read previous post:
ilustrasi
Karyawati Dirampok, Dibuang ke Jurang

WONOSARI (MERAPI) - Seorang karyawati toko, Winda Febriana (23) warga Majenang, Cilacap dirampok kemudian dibuang dalam kondisi tangan terikat di

Close