Karyawati Dirampok, Dibuang ke Jurang

WONOSARI (MERAPI) – Seorang karyawati toko, Winda Febriana (23) warga Majenang, Cilacap dirampok kemudian dibuang dalam kondisi tangan terikat di dasar jurang di Kecamatan Purwosari, Gunungkidul, Sabtu (28/10). Akibat kejadian ini, korban kehilangan sejumlah uang tunai serta menderita luka akibat jatuh ke jurang. Hingga Minggu (29/10), korban masih syok dan pelaku dalam pengejaran polisi.

“Pelaku menyamar sebagai tukang ojek,” kata Kapolsek Purwosari AKP Mursidiyanto kepada wartawan, kemarin. Menurut AKP Mursidiyanto, aksi  perampokan itu bermula ketika korban turun dari bus di Terminal Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Sabtu siang. Saat itu dia baru saja tiba dari Cilacap, Jawa Tengah. Pelaku kemudian mendekati korban dan mengaku sebagai tukang ojek. Korban pun tak curiga. Kebetulan, dia memang sedang butuh kendaraan. Korban kemudian meminta diantar ke  Kecamatan Kretek, Bantul, di mana dia kos dan bekerja.

Pada awalnya, tak ada yang mencurigakan. Pelaku pun mengarahkan motornya menuju Kecamatan Kretek. Namun sesampainya di sekitar Kretek, pelaku tiba-tiba membawa korban ke arah Kecamatan Purwosari, Gunungkidul. Sadar dibawa kabur pelaku, korban mencoba berontak. Namun pelaku kemudian menodongkan senjata tajam ke arah korban sambil mengancam. Mendapati ancaman senjata tajam dari pelaku, korban pun ketakutan. Dia pasrah saja dibawa pelaku sampai di wilayah yang sepi dan jauh dari permukiman penduduk. Di tempat itu, barulah pelaku menghentikan laju kendaraannya.

Dia kemudian kembali menodong korban sambil meminta paksa barang berharganya. Korban masih berusaha melawan dan berontak. Hal ini membuat pelaku emosi. Dia kemudian mengikat tangan korban menggunakan lakban. Usai melumpuhkan korban, pelaku kemudian merampas uang tunai dan barang berharga milik korban. Aksi sadis pelaku tak berhenti sampai di situ. Dia lantas mendorong korban yang tangannya terikat ke jurang di tepi jalan. Korban pun jatuh ke dasar jurang.

“Dalam kondisi tidak berdaya, korban didorong ke jurang. Barang-barang bawaan milik korban serta uang tunai amblas dibawa kabur pelaku,” ujar Mursidiyanto.

Dikatakan Kapolsek Purwosari, keberadaan korban di dasar jurang kemudian diketahui beberapa warga yang  melintas di sekitar lokasi, tak lama setelah kejadian. Mengetahui ada perempuan dalam kondisi terikat tangannya di dasar jurang, mereka langsung menolong dan membawanya ke Polsek Purwosari. Menurut Mursidiyanto, hingga kemarin korban masih dalam kondisi syok. “Kami belum memintai keterangan secara rinci atas kejadian yang dialami korban, karena dia masih syok,” tandasnya. Untuk pengusutan lebih lanjut, kejadian ini sudah ditangani Kepolisian Sektor Purwosari. (Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Muhammad Sigit meninjau kondisi peserta khitanan massal
105 Anak Ikut Khitanan Massal

SLEMAN (MERAPI) - Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat kurang mampu, dalam rangka HUT ke-36 tahun 2017, Bank Sleman melaksanakan khitanan massal.

Close