Dibongkar Polres Magelang, Warung Kelontong Jual Obat Daftar G

MAGELANG (MERAPI) – Tim Sat Narkoba Polres Magelang pimpinan Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sumbodo SSos, berhasil mengungkap keberadaan penjualan obat keras daftar G tanpa resep dokter di sebuah warung kelontong. Dari hasil penyelidikan, pemilik warung kelontong diduga tidak memiliki izin untuk menjual obat-obatan yang masuk daftar G tersebut.

Hal ini dibenarkan Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo SH SIK kepada wartawan, Jumat (27/10). Didampingi Waka Polres Magelang Kompol Dax Emmanuelle Samson Manuputty SIK, Kasat Narkoba Polres Magelang, Kasubbag Humas Polres Magelang AKP Santoso, Kapolres Magelang menambahkan pemilik warung kelontong, yang juga penjual obat keras daftar G, AT (55) warga yang tinggal di wilayah Desa Banjarnegoro Mertoyudan Magelang, sudah ditahan. “Ada sekitar 47 jenis obat daftar G yang berhasil diamankan di Polres Magelang,” katanya.

Dikatakan AKP Eko Sumbodo hampir setiap hari di depan warung tersebut banyak orang, termasuk kalangan pelajar, padahal hanya warung kelontong. Minuman keras pun tidak dijual di warung tersebut. Diperoleh informasi dari masyarakat, warung tersebut menjual obat keras daftar G. Masyarakat pun dengan mudah membeli obat-obatan tersebut, tanpa harus menggunakan resep dokter. Padahal di bungkus obat-obatan tersebut sudah terdapat tanda lingkaran yang di dalamnya terdapat huruf “K” dengan latar belakang warna merah.

“Membeli obat biasanya dilakukan mereka yang merasa sakit, dan obat tersebut untuk mengobati sakitnya. Tetapi di warung ini orang sehat pun membelinya. Kalau biasanya mengonsumsi obat, khusus obat keras daftar G ada ukuran dosisnya, tetapi pembeli di sini bisa mengonsumsi jauh lebih banyak. Sekali mengonsumsi bisa beberapa pil,” kata AKP Eko.

Dikatakan juga, sekarang ini banyak yang merasa dirinya bisa menjadi dokter sendiri, bisa mendiagnose sendiri maupun lainnya. Sebenarnya badannya kondisi sehat, akibat mengonsumsi obat-obatan ini menjadi tidak sehat. Penjual juga mengetahui kalau obat yang dijual sangat membahayakan kesehatan, terlebih konsumen atau pembeli obat-obatan ini rata-rata pelajar.

Kepada Kapolres Magelang, AT mengatakan obat-obatan tersebut diperoleh bukan dari apoteker, tetapi dari sales yang datang ke warungnya. AT menjual obat ini sejak beberapa tahun lalu. Berkaitan dengan ini Kapolres Magelang mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap sales obat-obatan tersebut, dan akan terus mengembangkan perkara ini, khususnya untuk mengetahui secara persis dari mana obat-obatan yang mereka setor ke warung kelontong ini. “Kalau ternyata nantinya melanggar aturan, akan kita proses,” tambah Kapolres Magelang.

Selain pengungkapan peredaran obat keras daftar G ini, Sat Narkoba Polres Magelang juga berhasil menangkap 2 warga yang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Kedua warga tersebut adalah RSP alias Panthing (21) warga yang tinggal di wilayah Desa Kalinegoro Mertoyudan Magelang dan ASP (44) warga Kota Magelang. Dari tangan Panthing berhasil diamankan sabu 0,24 gram yang dibungkus plastik dan dimasukkan ke dalam bungkus rokok, dan dari ASP berhasil diamankan sabu 0,55 gram.

AKP Eko Sumbodo mengatakan mereka berdua mendapatkan sabu di tempat terpisah dengan sistem alamat. Panthing ditangkap di lokasi yang tidak jauh dari rumahnya, dan ASP ditangkap di kawasan kompleks Perumahan Jambewangi Secang Magelang. Saat dilakukan penangkapan, keduanya tidak melakukan perlawanan. (Ham)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kayu secang sudah diproses menjadi wujud serbuk atau bubuk
Secang Sebagai Pembersih Darah

NAMA kayu secang dalam jagat ramuan herbal sudah lama dikenal masyarakat. Ketika dibuat menjadi minuman, secang diyakini mampu sebagai pembersih

Close