Pencuri Motor Gentayangan di Parkiran

DEPOK (MERAPI) – Selama tahun 2017, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah DIY meningkat daripada tahun 2016 lalu. Yang lebih meresahkan, kasus curanmor marak terjadi di kompleks parkiran yang justru dijaga tukang parkir atau satpam. Polisi pun tak menutup kemungkinan dugaan keterlibatan tukang parkir dalam aksi pencurian di parkiran.

“Dari data yang kami pegang, curanmor selama 2017 marak terjadi di parkiran pusat perbelanjaan maupun di perguruan tinggi yang umumnya dijaga satpam,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo kepada wartawan di sela rilis hasil Operasi Curanmor 2017 di Mapolda DIY, Jumat (27/10).

Dikatakan, dalam operasi curanmor 2017 yang digelar dua pekan, Polda DIY berhasil mengungkap 22 kasus dan menangkap 36 tersangka serta mengamankan 38 barang bukti sepeda motor berbagai merk. Dari 22 kasus curanmor, Kabupaten Sleman menduduki peringkat tertinggi dengan total 12 kasus.

Sementara Kabupaten Bantul mengungkap 9 kasus, Kota Yogya tercatat 4 kasus, sedang Gunungkidul dan Kulonprogo masing-masing 2 kasus. Sedangkan 36 orang pelaku yang diamankan merupakan target operasi (TO) maupun Non TO. Mulai dari pemetik (eksekutor) hingga penadahnya.

Menurut Kombes Hadi, para pelaku curanmor kini lebih berani. Jika dulu hanya mencuri dengan merusak kunci motor memakai kunci T di lokasi yang tak dijaga, kini mereka terang-terangan menyasar lokasi parkiran yang terbuka dan dijaga tukang parkir. “Selain itu, pencuri motor juga makin nekat dengan berani masuk ke dalam rumah korban meskipun rumah berpagar sekalipun,” ujar Hadi.

Selain para pelaku yang makin nekat, Kombes Hadi juga menyoroti lengahnya warga saat memarkirkan motornya. Misalnya meninggalkan motor dengan kondisi kunci masih menancap. “Jadi para pelaku ini mengintai motor di parkiran yang ditinggal beserta kuncinya. Begitu korban lengah, pelaku langsung membawa kabur motor. Ini modus baru yang digunakan para pelaku,” jelasnya.

Selama ini, jelas dia, pelaku bergerilya ke beberapa parkiran, bisa di pertokoan hingga kampus. Menurutnya, aksi pencurian motor dengan modus ini tidak akan terjadi kalau pemilik tidak lengah. Untuk itu pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk tidak ceroboh.

“Pencurian tidak terjadi kalau pemilik motor tidak ceroboh. Selain pemilik kendaraan, kami juga imbau pengelola parkir harus lebih selektif, pasalnya kasus curanmor di parkiran ada indikasi keterlibatan tukang parkir,” bebernya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Jenazah Sumardi saat diperiksa petugas Polres Grobogan
Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

GROBOGAN (MERAPI) – Sumardi (58), warga Desa Sumurgede Kecamatan Godong Grobogan, Sabtu (28/10), ditemukan tewas tertelungkup di pemantang sawah tak

Close