Pasutri Siksa Anak Angkat

DEPOK (MERAPI) – Pasangan suami-istri SH (41) dan DA (33) warga Perumahan Kadirojo Permai, Kalasan, Sleman, ditangkap dan dijadikan tersangka oleh aparat Polda DIY lantaran menganiaya anak angkatnya, FR (5) hingga lebam, Kamis (26/10) dinihari. Kuat dugaan, aksi penganiayaan dilakuian sejak 3 tahun silam. Alasannya, pelaku marah karena korban sering tak menuruti perintahnya.

“Akibat kekerasan yang dilakukan pelaku, korban FR mengalami luka lebam di kedua matanya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo kepada wartawan, kemarin.

Kombes Hadi Utomo mengatakan, terungkapnya kasus penganiayaan ini bermula dari adanya laporan oleh komite sekolah TK B Kadirojo, tempat FR sekolah. Pada Sabtu (21/10) lalu, pihak sekolah melapor ke Polda DIY bahwa salah satu muridnya, FR mengalami luka lebam dan diduga dianiaya orangtua angkatnya.

“Dari laporan itu, kami kemudian melakukan pendalaman, termasuk visum korban di RS Bhayangkara Polda DIY. Hasilnya, luka lebam di kedua mata korban disebabkan oleh pukulan benda tumpul,” katanya. Kepada polisi, korban mengaku disiksa oleh SH dan DA. Polisi bergerak cepat meringkus pasangan suami-istri ini dan langsung dijadikan tersangka.

Kepada pelaku, kedua pelaku membantah menganiaya korban. Mereka mengaku luka lebam di mata FR karena terpapar kencing kecoa. “Namun hasil visum mengungkap bahwa luka tersebut akibat pukulan benda tumpul sehingga penyidik menetapkan orangtua asuh korban sebagai tersangka,” jelas Kombes Hadi.

Dikatakan, polisi masih terus melakukan pemeriksaan intensif pada kedua tersangka untuk mendalami sejauh mana kekerasan yang dilakukan terhadap korban. Pasalnya, polisi mendapat informasi bahwa kedua tersangka telah melakukan tindakan kekerasan sejak tiga tahun lalu.

“Selain di kedua mantanya, korban juga mengalami luka di bagian jari-jari tangannya. Kami juga masih akan mendalami sejauh mana kekerasan yang dilakukan kedua orangtua angkat ini,” katanya.

Menurut Kombes Hadi, pelaku nekat melakukan penganiayaan lantaran korban sering tak menuruti perintah mereka. Namun menurutnya, tak sewajarnya anak kecil dianiaya, seberapa besar pun kesalahannya. “Tapi yang menjadi titik berat kami adalah karena si anak mengalami trauma,” jelasnya.

Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Juga pasal 80 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman di atas lima tahun.

“Kini keduanya mendekam di sel tahanan Polda DIY,” pungkasnya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Toko modern yang ditindak Sapol PP Pati
Minimarket tak Berizin Buka Tutup

PATI (MERAPI) - Sejumlah toko modern (minimarket berjejaring) yang disegel petugas Satpol PP ternyata buka kembali. Kejadian itu menyulut pertanyaan

Close