Minimarket tak Berizin Buka Tutup

PATI (MERAPI) – Sejumlah toko modern (minimarket berjejaring) yang disegel petugas Satpol PP ternyata buka kembali. Kejadian itu menyulut pertanyaan besar dan keprihatinan kalangan dewan. “Ini ada permainan apa? Kami merasa prihatin,” Kata ketua Komisi B DPRD Pati, Kokok Untersa SH MH, Jumat (28/10).

Diungkapkanya, awal pekan ini (red-hari Selasa) Komisi B diundang Satpol PP bersama petugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pati untuk menyaksikan penutupan sejumlah toko modern yang belum beriZin.

Tim penegakan hukum menuju  Tambaharjo kecamatan Pati Kota dan ke Tayu. Dan berhasil menemukan dua toko modern yang belum berizin.

”Pengelola toko modern tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen izin,” kata Sekretaris Satpol PP Pati, Hadi Santosa ketika dikonfirmasi wartawan.

Petugas juga mengecek toko swalayan  di Kayen. “Ternyata  pengelolanya dapat menunjukkan perizinan” ucap Hadi Santosa.

“Toko tersebut memang belum mempunyai izin usaha,” ucap  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Pati, Sudiyono.

Terhadap toko modern yang belum dilengkapi surat perizinan, langsung dilakukan penyegelan ditandai dengan pemasangan garis Satpol PP dan stiker bertuliskan: ”Menghentikan Kegiatan Usaha Toko Swalayan”. Kedua tanda penutupan tersebut akan dibuka jika segala perizinan dipenuhi pengusaha.

Sikap tegas tim penegakan hukum yang terdiri dari Satpol PP dan DPMPTSP  sempat mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Pati Muhammadun.

”Satpol PP  langsung melakukan langkah tegas dengan menyegel minimarket tidak berizin. Ini harus terus dilakukan agar tidak semakin banyak minimarket ilegal bermunculan” ucap politisi PKB asal Tayu.

Tetapi hanya berselang dua hari, toko swalayan yang semula disegel Satpol PP ternyata sudah buka lagi. “Dewan akan memanggil pihak ekskutif supaya bisa menjelaskan permasalahan toko modern yang buka tutup ini” kata Kokok Untersa.

Sebagaimana diketahui, di wilayah kabupaten Pati sekaranh dipenuhi  toko modern berjejaring. Sejumlah pihak mengkhawatirkan menjamurnya toko modern akan mematikan toko kecil di pelosok pedesaan.

Koordinator Lembaga Pusat Kajian dan Kebijakan Publik (LPKKP) Pati, Soelhadi mendesak agar Pemkab  menindak toko modern berjejaring tak berizin. “Kami mencatat 120 toko modern di Pati. Ini bisa mematikan usaha kecil masyarakat” ujarnya.

Dia mengingatkan agar pemkab Pati  melakukan pembahasan ulang mengenai ? Perbup Pati Nomor 24 tahun 2016 tentang Penataan Toko Swalayan.

“Untuk  menata toko seharusnya jangan diatur perbub saja, tetapi dalam bentuk perda” tutur Soelhadi. (Cuk)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tambak Udang Ancam Konservasi Penyu
Tambak Udang Ancam Konservasi Penyu

GALUR (MERAPI) - Pantai Trisik di Kecamatan Galur Kulonprogo memiliki tempat konservasi penyu langka jenis lekang (Lepidochelys Olivacea) sejak 2004

Close