Bandar Sabu Ditembak Mati

GONDOMANAN (MERAPI) – Seorang bandar besar sabu-sabu, Bob alias ‘Jendral’ ditembak mati personel Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY lantaran berusaha kabur usai dibekuk, Rabu (25/10) pagi. Jendral merupakan bandar besar yang rutin menyuplai sabu untuk diedarkan ke DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan.

Kabid Brantas BNNP DIY AKBP Mujiyana kepada wartawan di kantor BNN DIY Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Yogya kemarin mengatakan, Jendral berusaha kabur saat dibawa dari Jakarta ke Yogya.

“Sejak dari Purwokerto dia minta izin untuk buang air kecil, tapi tidak mau turun di SPBU. Lalu di Balecatur, Gamping, ia kencing di semak-semak. Meski dijaga dua anggota, tetapi dia berusaha melarikan diri hingga ditembak,” kata Mujiyana. Selain menembak mati Jendral, polisi juga mengamankan 6 anggota jaringan kelompoknya.

Menurut AKBP Mujiyana, sebelum menembak mati Jendral, petugas sudah memberi tembakan peringatan sebanyak 3 kali, tapi tidak dihiraukan. Jendral tetap lari hingga petugas melepaskan tembakan senapan otomatis laras panjang dan mengenai dada. Jendral langsung tumbang dan tewas di tempat.

“Kemungkinan lebih dari satu peluru dan mengenai bagian dada. Pada saat penembakan, kondisi masih gelap, pukul 04.10 Subuh. Bahkan, kami cukup kesulitan karena lokasinya di semak-semak,” terangnya.

Dijelaskan, Jendral merupakan bandar besar sabu. Ia memasok sabu ke DIY, Jateng, Jatim dan Kalimantan. Dalam sebulan, rata-rata ia mampu menjual 3-4 Kg sabu dengan omset mencapai Rp 4,5 milyar. Diduga barang didapat dari Bireun, Aceh yang sebelumnya disuplay dari China atau Malaysia.

“Untuk peredaran di Yogya barang yang dipasok tidak menentu. Bisa 1,8-2 Kg per bulan,” ucap Mujiyana. Menurut dia, penangkapan Jendral berawal dari informasi anak buahnya yang dibekuk terlebih dulu, yakni R. Dia diamankan saat mengedarkan sabu di wilayah Magelang. Kepada petugas, R mengatakan jika barang haram itu disuplay dari pengedar besar yang dikenal dengan nama Jendral. Kemudian pada Senin (23/10) lalu, aparat BNN DIY mendapat informasi jika Jendral berada di Stasiun Gambir, Jakarta dan akan menuju Bandung. Tak mau kehilangan jejak bandar besar ini, petugas langsung berkoordinasi dengan aparat di Jakarta dan berhasil meringkusnya di stasiun. Pada Selasa malam, petugas kemudian membawa Jendral ke Jakarta melalui perjalanan darat.

Menurut Mujiyana, sampai di Purwokerto, Jendral minta buang air kecil, namun dia tak mau berhenti di SPBU. Sehingga sesampainya di Balecatur, Gamping, petugas mempersilakan Jendral untuk buang air kecil. Namun kesempatan ini dimanfatakan untuk kabur ke semak-semak. Petugas bergerak cepat dengan memberi tembakan peringatan, tapi tak dihiraukan. Hingga akhirnya dia ditembak di bagian dada.

Menurut Mujiyana, selain Jendral, petugas juga mengamankan 6 anggota jaringannya. Yakni Sa dan S dengan barang bukti 110 gram sabu, Is dengan barang bukti 17 gram sabu, Rp dan Map dengan barang bukti 200 gram sabu serta Ft. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Satpol PP Kesulitan Eksekusi Reklame Besar
Satpol PP Kesulitan Eksekusi Reklame Besar

BANTUL (MERAPI) - Hampir setiap hari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul melakukan penertiban spanduk dan banner illegal. Setiap

Close