Cah Klitih Ngaku Menyesal

BANTUL (MERAPI) – Dua terdakwa cah klitih yang terlibat aksi pembacokan di jalur Cinomati, Bantul, Jnt (18) seorang pelajar kelas 2 SMA dan MY (18) lulusan SMA keduanya warga Piyungan, Bantul mengaku menyesal atas perbuatannya membacok saksi korban Dimas Putra Timur. Bahkan terdakwa Jnt mengaku sudah rindu ke sekolah.

Pengakuan terdakwa itu disampaikan dalam sidang lanjutan kasus klitih dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan di PN Bantul, Senin (23/10). “Kedua terdakwa sudah mengaku bersalah, menyesali perbuatan dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Bahkan para terdakwa ingin kembali belajar dan berperilaku baik,” ujar penasihat hukum terdakwa, Muhammad Alwi SH di sela-sela persidangan yang dipimpin majelis hakim diketuai Subagyo SH MHum.

Menurut Alwi, pemenjaraan bagi para pelaku klitih bukan jalan terbaik untuk mendidik dan kembali ke jalan benar. Sehingga jangan sampai pemidanaan dilakukan sebagai ajang balas dendam. Sebab pidana penjara dinilai bukan jalan terbaik, tetapi justru mendidik terdakwa ke jalan sesat dengan pergaulan yang tak baik.

Untuk itu penasihat hukum terdakwa tak sependapat dengan tuntutan jaksa Dany P Febriyanto SH yang menuntut hukuman 5 bulan penjara potong masa tahanan dengan menjerat pasal 170 KUHP.

Dalam perkara ini, kedua terdakwa bersama 8 orang temannya pada Selasa 4 Juli 2017 pukul 00.30 datang ke Dlingo Bantul untuk melakukan aksi balas dendam dengan menyerang kelompok pelajar lain. Aksi itu dilakukan karena salah satu teman terdakwa memiliki musuh di wilayah Dlingo.

Para pelaku selanjutnya mengendarai motor dari Piyungan menuju ke Dlingo melalui Jalan Jalasutra-Cinomati. Ketika sampai di perempatan Terong, rombongan pelaku bertemu korban yang saat itu tengah nongkrong sehabis nonton pertandingan voli.

Namun tanpa komando, tiba-tiba para pelaku langsung menyerang korban dengan senjata tajam. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka-luka cukup parah. Tak lama setelah kejadian itu, para terdakwa dapat ditangkap dan diserahkan ke pihak berwajib untuk kemudian diseret ke pengadilan. <B>(C-5)<P>

Read previous post:
Salak Pondoh Sleman Tembus Selandia Baru
Salak Pondoh Sleman Tembus Selandia Baru

TEMPEL (MERAPI) - Petani salak di wilayah Kabupaten Sleman kini dapat berbangga hati. Hasil panen buah unggulan tersebut kini merambah

Close