• Kamis, 1 Desember 2022

Keadilan Restoratif Dapat Respons Positi, Permintaan Penyelesaian Perkara di Luar Pengadilan Meningkat

- Selasa, 5 April 2022 | 10:44 WIB
Seminar nasional seputar keadilan restoratif digelar oleh Fakultas Hukum UMY secara daring.  (Foto: Dok BHP UMY)
Seminar nasional seputar keadilan restoratif digelar oleh Fakultas Hukum UMY secara daring. (Foto: Dok BHP UMY)

 

BANTUL, harianmerapi.com - Hukum terus bergerak mengikuti dinamika masyarakat, restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif menjadi terobosan untuk mewujudkan keadilan hukum yang memanusiakan manusia, menggunakan hati nurani.

Sekaligus melawan stigma negatif yang tumbuh di masyarakat yaitu hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Sehingga perkara-perkara yang sifatnya sepele atau ringan dapat diselesaikan di luar pengadilan dan tak perlu dilimpahkan ke pengadilan.

Hal demikian disampaikan Koordinator Direktorat Orang dan Harta Benda (Oharda) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI, Zet Tadung Allo SH MH dalam seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara daring, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Doa Puasa di Bulan Ramadhan yang Diperintahkan Nabi Supaya Dosa Diampuni Allah SWT

Ditambahkan Zet Tadung, penerapan keadilan restoratif dengan cara memediasi antara korban dan pelaku kejahatan dalam penyelesaian permasalahan memiliki tujuan utama pemulihan kerugian pada korban dan pengembalian pada keadaan semula.

"Lebih daripada itu, melalui keadilan restoratif, stigma negatif atau labeling ‘orang salah’ itu dihapuskan. Ia tidak akan diadili di depan umum dan diberi kesempatan untuk bertaubat. Kalau dalam masa kesempatan itu diberikan, orang itu mengulangi perbuatannya, maka dia siap untuk dipenjara,” paparnya.

Penyelesaian perkara melalui restorative justice, sebut Zet Tadung, mendapat respon positif dari masyarakat. Hal itu dibuktikan sejak terbitnya Peraturan Kejaksaan (Perja) No. 15 Tahun 2020, penerapan keadilan restoratif di tingkat kejaksaan relatif meningkat dengan banyaknya permintaan penyelesaian perkara di luar pengadilan.

Baca Juga: Tips Mencegah Osteoporosis Menurut Prof Zubairi Djoerban

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X