• Selasa, 9 Agustus 2022

Tim KKN PPM UMY Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Minggir

- Kamis, 17 Februari 2022 | 19:35 WIB
Suasana pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Minggir Sleman dilaksanakan dengan menerapkan prokes.  (Foto: Dok BHP UMY)
Suasana pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di Minggir Sleman dilaksanakan dengan menerapkan prokes. (Foto: Dok BHP UMY)

SLEMAN, harianmerapi.com - Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mempunyai beberapa program kegiatan di Padukuhan Dalangan serta Kalikotak Sendangsari Minggir Sleman.

Seperti halnya baru-baru ini, tim KKN PPM UMY menggelar pelatihan pengelolaan sampah berbasis komunitas di kedua padukuhan tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurut Ketua tim KKN PPM UMY, Dr Sugito SIP MSi, peserta pelatihan pengelolaan sampah tersebut terutama generasi muda yang tergabung di Karang Taruna dan ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Dalangan dan Kalikotak.

“Pelatihan pengelolaan sampah merupakan salah satu program dari tim KKN PPM UMY yang bertujuan antara lain untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah yang ada di padukuhan Dalangan dan Kalikotak,” tandas Sugito.

Baca Juga: Gamalama adalah Nama Pemberian Sultan Ternate ke-48 Sebagai Simbol Penghargaan kepada Dorce

Sebagai nara sumber pelatihan, sebutnya, selain ia sendiri juga ada Siti Muslikhati SIP MSi (dosen program studi Hubungan Internasional UMY) dan Erwan Wiryanto (Direktur Bank Sampah Griya Sapu Lidi).

Selain pelatihan pengelolaan sampah, lanjut Sugito, ada juga beberapa program lain yang akan diprakarsai tim KKN PPM UMU, misalnya Focus Group Discussion (FDG), pemberian bantuan alat-alat untuk mengelola sampah serta pendampingan bank sampah di kedua padukuhan tersebut.

“Keberhasilan dari pelaksanaan program ini harapannya antara lain akan dapat meningkatkan derajat kesehatan lingkungan maupun manusia serta kesejahteraan ekonomi di Dalangan dan Kalikotak,” urai Sugito. Ditambahkan, dalam pemaparan materinya, ia banyak menekankan tentang pentingnya melakukan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pasalnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat mengurangi bahaya sampah bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Purworejo Ungkap Jaringan Komunitas Gay Berawal dari Razia, Begini Faktanya

Sementara itu, Siti memaparkan, sampah sebenarnya memiliki potensi untuk dapat dioleh kembali menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomis dan juga nilai manfaat bagi manusia.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X