• Rabu, 8 Desember 2021

Lima Mahasiswa UKDW Menjadi Delegasi Asia Youth International Model United Nations 2021

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:17 WIB
Tangkap layar penjelasan delegasi Indoensia di AYIMUN 2021. (Humas UKDW Yogyakarta)
Tangkap layar penjelasan delegasi Indoensia di AYIMUN 2021. (Humas UKDW Yogyakarta)

JOGJA, harianmerapi.com - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mengirim lima mahasiswanya menjadi delegasi Indonesia di Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2021.

Kelima mahasiswa UKDW Yogyakarta tersebut adalah Sherina Margaretha dari Program Studi Arsitektur serta Tia Shinatalis I.S Naibaho, Agnestasya Niken Agaistha, Kurnianto Surya Putra, dan Angelique Nitzakaya Hadimulyo dari Program Studi Manajemen.

Mereka akan mengikuti rangkaian acara AYIMUN 2021 pada tanggal 12-14 November 2021 yang dilaksanakan secara daring untuk memperebutkan enam kategori awards. Yakni, best delegate, honourable mentions, verbal commendation, most outstanding delegate, best position paper, dan best of the best delegates.

Baca Juga: Gara-gara Efek 'Squid Game', Peminat Kursus Bahasa Korea Meningkat

AYIMUN merupakan model kompetisi diplomasi internasional berupa simulasi sidang yang dikembangkan United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). AYIMUN diresmikan International Global Network sebagai wadah bagi pemuda-pemudi di seluruh Indonesia untuk mengembangkan diri dalam hal mentalitas, kepimpinan, negosiasi, dan
diplomasi.

Dalam program ini, tercatat sekitar 372.200 mahasiswa dari seluruh dunia mendaftarkan diri. Pendaftar tersebut berasal dari berbagai negara seperti benua Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa.

Mengusung tema “The Rise of Digital Money and Fintech”, setiap diplomat yang menjadi wakil bagi negaranya dituntut untuk menguasai keterampilan berbicara di depan umum, berdebat, diplomatis, bertukar pikiran sampai dengan berkolaborasi.

Baca Juga: Mensyukuri Nikmat 21: Perang Terselubung Dua Istri

Cheryl Marlitta Stefia, S.T., M.B.A.,QRMA selaku dosen pembimbing kelima mahasiswa ini menyampaikan proses seleksi di tingkat nasional dimulai dengan penulisan esai terkait motivasi dan perspektif terhadap isu-isu global yang terjadi.

“Jika paper yang dikirimkan disetujui, lantas diberikan kesempatan untuk mengikuti simulasi sidang PBB. Mahasiswa dapat belajar menjadi seorang diplomat dengan mengutarakan aspirasi-aspirasi dari negara terkait seperti isu yang sudah ditetapkan, serta harus bisa menyakinkan reviewer bahwa mereka memang layak untuk dapat mewakili Indonesia,” terangnya, Selasa (12/10/2021).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inovasi Kopi Mahasiswa UMY Raih Juara KMI Expo 2021

Rabu, 24 November 2021 | 11:20 WIB
X