Angkat Potensi Sedayu, Raih Pendanaan Dikti

MERAPI-ISTIMEWA Sebagian mahasiswa FAI UMBY tengah melaksanakan program pengembangan eduekowisata di Sedayu.

DUA kelompok mahasiswa dari Fakultas Agroindustri (FAI) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Proposal dari dua kelompok ini semuanya mengangkat potensi lokal di Kecamatan Sedayu Bantul.

Proposal dari kelompok pertama dengan ketuanya Hijab Ali Sojana berjudul Pengembangan eduekowisata melalui system agroforestry sebagai multy problem solution di Desa Argorejo Sedayu Bantul. Sedangkan proposal dari kelompok kedua dengan ketua Azmi Muhammad Sulhan berjudul Optimalisasi wisata Jogja Youth Farming sebagai tempat edukasi guna mewujudkan kemandirian pangan di Desa Argomulyo Sedayu Bantul.

Ir Wafit Dinarto MSi sebagai pembimbing program tersebut mengungkapkan, dengan adanya Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) oleh kelompok mahasiswa FAI UMBY akan membantu mengupayakan penyelesaian permasalahan serta berperan dalam pengembangan eduekowisata melalui sistem agroforestry.

“Adapun kegiatan nyata yang dilaksanakan oleh tim atau kelompok, antara lain dengan pemberian pelatihan, pendidikan dan pendampingan kepada segenap pengelola eduekowisata serta masyarakat sekitar,” jelas Wafit.

Hijab Ali Sojana dari kelompok pertama menjelaskan, ia dan kelompoknya akan berusaha melaksanakan program semaksimal mungkin sesuai proposal. Adapun 10 anggota di kelompoknya terdiri dari Siti Muslimah (Agroteknologi 2018), Regina (Agroteknologi 2018), Melati (Agroteknologi 2018), Mustaghfiri (Agroteknologi 2018), Arista (Agroteknologi 2018), Wahyu (Agroteknologi 2019), Fahda (THP2018), Desti (THP 2018), Dika (Peternakan 2018) dan Riki (Peternakan 2019).

Lokasi pelaksanaan terutama di Dusun Kepuhan Argorejo antara lain juga bekerja sama dengan Kelompok Tani Ginanja di dusun setempat. “Dengan adanya program yang kami laksanakan di Argorejp diharapkan semakin menambah pengetahuan sekaligus pengalaman masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di kawasan perbukitan serta mampu menuntaskan pembangunan, sehingga dapat memberikan multi manfaat bagi masyarakat sekitar maupun Kelompok Tani Ginanjar,” paparnya. (Yan)

Read previous post:
Pendaki Lawu Dibatasi Maksimal 700 Orang

KARANGANYAR (MERAPI) - Jumlah pendaki yang naik ke puncak Lawu via Cemoro Kandang, Tawangmangu dan Candi Cetho, Jenawi dibatasi mulai

Close