KEMAH CERIA KB/TKA NYAI AHMAD DAHLAN-Ajarkan Nilai Kerja Sama Kelompok

PULUHAN anak terlihat antusias menyorakkan yel-yel semangat kelompoknya masing-masing. Nama kelompok dan gerakan tangan mengepal dan kata yes beberapa kali diucapkan untuk memberi semangat. Usai menampilkan yel-yel, tiap kelompok yang dipandu guru langsung berjalan kaki menuju pos selanjutnya.

Ya inilah suasana kegiatan awal Kemah Ceria tahun 2019 yang diadakan Kelompok Bermain Taman Kanak-kanak Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan (KB/TKA NAD) Rejowinangun Kotagede.

“Yel-yel ini untuk melatih rasa percaya diri anak-anak. Di setiap pos permainan, setiap kelompok juga harus menampilkan yel-yel dulu,” kata Ketua Panitia Kemah Ceria KB/TKA NAD, Arroyan Amri Sakinah kepada Merapi di sela kegiatan Kemah Ceria, Sabtu (9/12).

Dalam Kemah Ceria ini anak-anak dikenalkan dengan kegiatan perkemahan secara sederhana. Selain mendirikan tenda di tiap kelompok, kegiatan wide game yang biasa diadakan kemah juga dikenalkan. Dia menuturkan ada tiga pos yang harus dilalui anak-anak yakni pos susun kata, permainan pipa paralon air dan pos hasil karya.

“Pada permainan pipa paralon berlubang setiap kelompok harus mengisinya dengan air untuk mengambil bola pingpong di dalamnya. Permainan ini melatih kerja sama anggota kelompok dan melatih kekompakkan jari untuk menutup lubang-lubang pipa paralon menggunakan jari,” terangnya.

Sedangkan pada pos hasil karya, anak-anak diminta membuat pigura dengan koleksi foto yang dibawa masing-masing. Ketiga pos permainan tersebut, dua pos diadakan sekolah dan satu pos diadakan di lingkungan sekitar sekolah. Meskipun mendirikan tenda, tapi Kemah Ceria hanya diadakan setengah hari di sekolah atau tanpa menginap.

“Menggunakan tenda untuk pengenalan kegiatan apa yang dilakukan di tenda. Lewat Kemah Ceria ini harapannya anak-anak tambah mandiri dan lebih akrab dengan teman-temannya karena setiap kelompok merupakan gabungan antar kelas,” papar Amri.

Menurutnya Kemah Ceria juga bagian dari porsenitas yang melatih kreativitas anak-anak. Tanggapan anak-anak untuk mengikuti Kemah Ceria juga cukup tinggi. Apalagi setiap kelompok bisa memperebutkan hadiah dari hasil penilaian.

Sementara itu Kepala KB/TKA NAD Nawarol Muniro mengatakan, Kemah Ceria merupakan progam tahunan yang diadakan di akhir semester satu. Kemah Ceria yang sudah diadakan sekitar 5 tahun itu diikuti sekitar 92 anak dari siswa kelas B KB/TKA NAD dan terbagi dalam sepuluh kelompok.

“Tahun ini kelompoknya cukup banyak sepuluh kelompk, sehingga antusiasme anak tambah semarak. Setiap kelompok di beri nama bulan-bulan hijriyah agar anak lebih faimiliar nama-nama bulan hijriyah, sejak dini,” ucap Nawa.

Dia menegaskan, Kemah Ceria merupakan program unggulan KB/TKA NAD karena memiliki nilai manfaat. Terutama dari sisi pendidikan karakter seperti nilai toleransi kerja sama, kekompakkan, kepemimpinan dan kebersamaan. Di samping itu juga memetakan karakter anak yang dikaitkan dengan model pembelajaran ke anak.

“Misalnya anaknya pendiam, maka metode anak belajar bagiamana, sehingga guru bias memberikan stimulaisi pembelajaran seperti apa yang tepat,” pungkas. (Tri)

Read previous post:
SOAL OKNUM KADES KORUPSI-Bupati Kulonprogo Wanti-wanti Aparat Desa

WATES (HARIAN MERAPI) - Bupati Kulonprogo Sutedjo angkat bicara terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi di Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo.

Close