Yogya Targetkan 85 Sekolah Inklusi

UMBULHARJO (HARIAN MERAPI) – Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menargetkan sebanyak 85 sekolah inklusi di Kota Yogyakarta pada tahun 2020. Meskipun belum semua sekolah inklusi karena sarana pendukung belum siap, disnas menjamin anak berkebutuhan khusus bisa mengakes pendidikan.

“Jumlah sekolah inklusi di Yogyakarta akan terus kami tambah dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Targetnya dua tahun ke depan jadi 85 sekolah inklusi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori, Selasa (24/9).

Budi menjelaskan, sekolah inklusi harus memiliki aspek pendukung seperti kualifikasi guru pendamping bagi siswa berkebutuhan khusus dan kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Terkait kebutuhan guru pendamping disesuaikan dengan kondisi siswa.

“Tidak setiap satu anak kebutuhan khusus satu guru pendamping. Tapi disesuaikan dengan kondisinya siswa. Pada siswa yang emosinya kurang stabil memang mengharuskan guru mendamping satu siswa,” jelasnya.

Dia menyebut saat ini di Kota Yogyakarta ada 67 sekolah inklusi dari TK, SD dan SMP. Baik negeri maupun swasta. Sekolah tersebut menjadi sekolah inklusi karena dari sisi guru dan sarana prasarana sekolah sudah siap. Diakuinya belum semua sekolah di Kota Yogyakarta menjadi sekolah inklusi karena guru dan sarana fisik sekolah belum mendukung akses bagi anak berkebutuhan khusus.

Meskipun belum semua sekolah inklusi, pihaknya menjamin anak berkebutuhan khusus di Kota Yogyakarta mendapatkan pendidikan. Seluruh siswa berkebutuhan khusus melakukan asesmen melalui UPT Layanan Disabilitas. Ada yang diarahkan masuk ke sekolah formal atau inklusi. Namun ada juga yang diarahkan masuk ke SLB. Pada penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SMP tahun 2019 sudah memberikan alokasi kuota 2 persen atau sekitar 70 kursi bagi anak berkebutuhan khusus. (Tri)

Read previous post:
Hingga September 2019, Realisasi AUTP 600 Ribu Ha

JAKARTA (HARIAN MERAPI)- Realiasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) hingga minggu terakhir September sudah mencapai sekitar 60% atau 600.000 hektare

Close