TK Negeri 3 Yogyakarta Deklarasi Panca Tertib

GERAKAN Panca Tertib di sekolah atau Pantib for School di Kota Yogyakarta mulai menggeliat dengan deklarasi dari sekolah-sekolah yang menjadi proyek percontohan. Salah satunya TK Negeri 3 Yogyakarta telah mendeklerasikan diri sebagai sekolah Panca Tertib. Salah satu jenis ketertiban yang dilaksanakan adalah tertib daerah milik jalan.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam sambutannya deklarasi Panca Tertib TK Negeri 3 Yogyakarta menyampaikan Pemkot melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menginisiasi program Panca Tertib untuk menginteranalisasikan nilai-nilai ketertiban pada masyarkat dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Panca Tertib semula hanya digalakkan di kampung-kampung, kini mulai merambah sekolah.

“Harapannya nilai-nilai yang terkandung di dalam komitmen ketertiban akan dimengerti dan dilaksanakan oleh masyarakat luas pada umumnya dan siswa pada khususnya. Karen lingkungan yang tertib, aman dan nyaman untuk ditinggali akan membuat sesorang bahagia,” tutur Heroe, saat deklarasi Panca Tertib TK Negeri 3 Yogyakarta di Suryoputran Kelurahan Panembahan, Jumat (13/9).

Dia menyampaikan, tujuan dari perluasan gerakan Panca Tertib hingga ke sekolah adalah mensinergikan tiga pusat pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurutnya sinergi ketiga hal tersebut dapat melahirkan anak yang disiplin, tangguh dan mandiri. Oleh sebab itu Panca Tertib dilaksanakan di sekolah sejak TK sampai SMA/SMK.

“Melalui program ini harapannyua bisa membentuk karakter perilaku disiplin dan taat pada aturan sejak dini. Kita tanamkan norma-norma agar merasuk dalam jiwa dan lahir dalam perilaku sehari-hari.

Sementara itu Kepala TK Negeri 3 Yogyakarta, Kamilah mengatakan TK Negeri 3 Yogyakarta berkomitmen untuk turut aktif melaksanakan Gerakan Panca Tertib di sekolah. Bentuk pelaksanaan melalui edukasi ke anak-anak terkait ketertiban dan penerapan aturan ketertiban yang telah dideklerasikan. Dicontohkan dalam tertib daerah milik jalan jalan, maka parkir kendaraan dari orangtua siswa ditata rapi agar tidak mengganggu lalu lintas sekitar.

“Untuk anak-anak kami ajari untuk tertib berjalan di trotoar, menyeberang di zebra cross serta pemahaman tentang rambu lalu lintas. Kami juga edukasi ke siswa melalui dongeng dan lagu agar nilai-nilai ketertiban bisa diipahami dengan mudah dan diingat serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Kamilah.

Secara terpisah Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto, menyatakan, lima nilai ketertiban Pantib for School yang bisa menjadi acuan aksi program nyata sekolah yaitu tertib daerah milik jalan, tertib usaha, tertib bangunan. tertib lingkungan dan tertib sosial. Setiap sekolah bisa memilih salah satu nilai ketertiban sesuai dengan kondisi sekolah dan mengembangkan nilai itu dalam aksi nyata.

“Misalnya menerapkan kantin kejujuran di sekolah untuk nilai tertib usaha. Program green school untuk nilai tertib lingkungan. Pada tingkat TK dan SD program Pantib for School dapat dijalankan dengan cara yang menyenangkan melalui berbagai permainan edukasi seperti tertib berlalu lintas, dan budaya kebersihan. Pada SMP dan SMASMK melalui kegiatan ekstrakurikuler wajib,” jelas Agus.

Ada 7 sekolah di Kota Yogyakarta yang menjadi proyek percontohan program Pantib for SchooI yaitu SMA Muhammadiyah 7, SMA Muhammadiyah 3, SMK Muhammadiyah 3, SMP Negeri 5 Yogyakarta, SD Negeri Tegalmulyo, dan TK Negeri 3 Yogyakarta. Ketujuh sekolah itu yang menyatakan siap melaksanakan Pantib for School sehingga menjadi proyek percontohan. (Tri)

Read previous post:
Jogja Tourism Festival Dukung Pariwisata Bermartabat

YOGYA (HARIAN MERAPI) - Jogja Tourism Festival (JTF) akan digelar pada 12-27 September mendatang untuk memeriahkan World Tourism Day. JTT

Close