Pembekalan Program Relawan Bagi Murid SD Kalam Kudus Jatimulyo

Sebagian siswa kelas 6 bersama peserta program relawan saat di ruang kepala sekolah. (MERAPI-TEGUH)

SETELAH menempuh ujian akhir sekolah biasanya anak-anak kelas 6 Sekolah Dasar, memiliki banyak waktu luang. Untuk mengisi waktu luang, biasanya siswa mengikuti berbagai kegiatan ekstra yang akan ditampilkan pada saat pelepasan dan perpisahan sekolah.

Namun bagi SD Kalam Kudus Jatimulyo Yogya punya cara unik untuk memanfaatkan waktu luang tersebut. Sejak 4 tahun lalu, siswa kelas 6 yang sudah menempuh ujian akhir sekolah wajib mengikuti kegiatan yang disebut program relawan. Program relawan ini merupakan kegiatan pembekalan bagi peserta didik untuk dapat melakukan berbagai pekerjaan ringan yang biasa dilakukan di rumah masing-masing, seperti menyapu dan membersihkan halaman rumah, mengerjakan tugas di pos keamanan sekolah, penerima tamu, menjadi petugas perpustakaan, serta mendampingi dan melayani adik-adik kelas yang masih duduk di taman kanak-kanak.

“Program ini semula memang mendapat kritikan dari orangtua siswa, tapi setelah melihat manfaatnya mereka justru setuju karena anak-anaknya kemudian mau mengerjakan pekerjaan rumah yang sifatnya ringan, seperti merapikan kamar dan menyapu lantai misalnya,” tutur Kepala Sekolah SD Kalam Kudus Lily Salim, belum lama ini.

Menurut Lily, SD Kalam Kudus sebagian besar siswanya adalah anak-anak keturunan Tionghoa yang nyaris setiap harinya tidak pernah melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam itu. Dengan adanya program relawan yang digagasnya, diharapkan anak-anak setidaknya pernah melakukan dan merasakan pekerjaan yang selama ini tidak pernah dilakukannya.

“Selain untuk menumbuhkan rasa rendah hati juga untuk membentuk sikap sosial serta tanggungjawab. Mereka agar mengerti bahwa pekerjaan seperti itu bukanlah pekerjaan hina,” tandasnya.

Ada 13 area yang menjadi lokasi bagi anak-anak melakukan kegiatan program relawan ini, selain dapur dan kantin sekolah, perpustakaan, pos satpam, pos penerima tahu, halaman dan taman sekolah juga kelas taman kanak-kanak. Secara bergiliran setiap seminggu mereka bergantian untuk bertukar lokasi sesuai dengan jadwal dan pilihan masing-masing.

Sementara itu menurut salah seorang siswa Keiza (12), mengaku senang adanya Program Relawan yang semula tidak pernah bersih-bersih di rumahnya. Sekarang menjadi rajin membersihkan kamar tidurnya sendiri, serta menyapu ruangan di rumahnya. Pada hal menurut Keiza sebelumnya hal itu tidak pernah dilakukannya, karena sudah ada pembantu rumah tangga yang mengerjakan semua itu.

“Senang bisa mengerjakan sendiri bersih bersih, ternyata menyenangkan,” ucapnya. (Teguh)

Read previous post:
PEMILU DINILAI BERLANGSUNG JUJUR DAN ADIL-Ormas di Yogya Tolak Gerakan ‘People Power’

YOGYA (MERAPI) - Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Yogya menolak gerakan people poweryang santer terdengar belakangan ini, jelang pengumuman

Close