Sambut Libur Akhir Tahun, Pule Payung Tambah Petugas Keamanan

MERAPI-AMIN KUNTARI
Kunjungan Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana bersama tamu ke Pule Payung.

PENGELOLA objek wisata di Kulonprogo mulai bersiap menyambut libur akhir tahun. Mereka optimis, jumlah kunjungan wisatawan akan melonjak pada libur Natal dan Tahun Baru, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Berbagai langkah persiapan kemudian dilakukan, salah satunya dengan menambah petugas keamanan.

Kesiapan menyambut libur akhir tahun mulai terlihat di Objek Wisata Pule Payung. Objek wisata unggulan yang terletak di Hargowilis Kokap ini mempersiapkan antisipasi penumpukan pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru. Di antaranya, dengan menambah personel untuk mengatur keramaian wisatawan.

“Kami siapkan tambahan personel sebanyak 10 orang. Mereka akan bertugas mengurai keramaian pengunjung di Pule Payung,” kata Humas Objek Wisata Pule Payung, Eko Purwanto, Jumat (4/12).

Eko menyebut, sebelumnya Pule Payung telah memiliki 20 petugas keamanan harian. Dengan demikian, nantinya akan ada 30 personel yang akan menjaga keamanan di objek wisata tersebut.

Eko pun berharap, penambahan jumlah petugas keamanan mampu mengurai penumpukan pengunjung. Terlebih saat ini, Pule Payung berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan yang poinnya memuat tentang imbauan menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Eko mengaku khawatir, pemotongan waktu cuti bersama pada libur akhir tahun karena pandemi Covid-19 dikhawatirkan memicu lonjakan wisatawan. Sebab menurutnya, lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada masa liburan pendek lantaran wisatawan merasa waktu liburnya menjadi terbatas.
“Akhir tahun ini ada pemotongan cuti bersama tiga hari. Pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 hari libur pada 28, 29 dan 30 Desember dihapus,” ucapnya.

Pendeknya waktu liburan menurut Eko menimbulkan sedikit kepanikan dari masyarakat. Mereka kemudian berlomba memanfaatkan waktu libur tersebut salah satunya dengan mengunjungi objek wisata.
“Dari pengalaman yang sudah-sudah, libur pendek menimbulkan penumpukan massa di destinasi wisata. Hal ini menjadi kekhawatiran kami mengingat saat ini masih masa pandemi,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola objek wisata terkait libur akhir tahun nanti. Hal yang ditekankan adalah tentang penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster di tempat wisata.

Dalam kondisi pandemi, Joko tidak menarget pendapatan dari kunjungan wisatawan. Sebaliknya, keamanan pengunjung lebih utama.
“Berapapun jumlah kunjungan tidak masalah, sungguh kami tidak menarget itu. Justru yang paling penting adalah keamanan wisatawan,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Lahan Melon Dirubah Jadi Kolam Ikan

AREAL persawahan dengan kondisi tanah subur cocok untuk budidaya aneka jenis tanaman. Antara lain bisa melon, tembakau, padi maupun tanaman-tanaman

Close