SAMBUT WISATAWAN: Desa Wisata di DIY Diminta Terapkan Prokes

MERAPI-ISTIMEWA
Sosialisasi Pranatan Anyar di Desa Wisata Sukunan Gamping.

DESA wisata Jatimulyo Girimulyo Kulon Progo menjadi tempat dilaksanakannya sosialisasi Pranatan Anyar Plesiran Jogja, (23/11). Kegiatan ini merupakan program kerjasama antara Dinas Pariwisata DIY bersama dengan Komisi B DPRD Provinsi DIY yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman aturan dan tata cara melayani wisatawan yang datang sesuai dengan protokol kesehatan pada masa pandemi virus Covid-19.

Salah satu pemateri yakni Ristansi dari PHRI DIY menjelaskan kepada perwakilan pengelola desa wisata bahwa selain pelaku wisata melaksanakan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imunitas, mereka juga harus menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pranatan anyar. Penerapan CHSE yakni Clean, Health, Safety dan Environment pada lingkungan di desa wisata terus diupayakan agar pengunjung merasa aman dan nyaman didalam menikmati service paket wisata.

Sehari setelahnya (24/11) acara yang sama dilaksanakan di Desa Wisata Purwosari Girimulyo Kulon Progo dengan melibatkan pengelola desa wisata setempat. Terdapat tiga pemateri dalam acara tersebut yakni dari GIPI DIY, Kepala Puskesmas Girimulyo serta Dinas Pariwisata DIY. Irwan Sakti dari GIPI DIY menjelaskan bahwasanya pelaku dan penggiat wisata harus melaksanakan standar kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Ia juga menegaskan, Sumber Daya Manusia yang ada diharapkan siap serta semangat melakukan aktivitas memajukan sektor pariwisata.

Sedangkan pada (25/11) sosialisasi dilaksanakan di Desa Wisata Sukunan Gamping dan Pulewulung Bangunkerto Turi Sleman. Dikatakan Anggota Komisi B DPRD DIY Nurcholis Suharman, acara sosialisasi pranatan anyar plesiran Jogja yang saat ini sedang digiatkan menjadi upaya pembinaan desa wisata agar cepat beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam melayani wisatawan.
“Saya berharap pariwisata yang merupakan soko guru perekonomian di DIY dapat menggeliat lagi, berjalan dengan catatan tetap menerapkan prokes, jangan sampai menimbulkan klaster baru, semua stakeholder harus bisa menjaga, mengawasi sektor pariwisata” ujar Nurcholis.

Sosialisasi yang dilaksanakan kurun waktu dua bulan mulai November hingga Desember tersebut juga melibatkan perwakilan pengelola Desa Wisata Umbulrejo Ponjong Gunungkidul (26/11). Dinas Pariwisata DIY mengupayakan sektor pariwisata tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP yang berlaku. Dijelaskan Wardoyo selaku Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, pemerintah daerah terus berupaya memberikan peringatan dan informasi panduan kepada pengelola destinasi/pengelola desa wisata/homestay untuk menerapkan prokes, serta aktivitas apa yang harus dilakukan ataupun dihindari di masa adaptasi kebiasaan baru.

“Kami berkomitmen mengantisipasi adanya klaster baru penyebaran virus untuk menciptakan iklim pariwisata DIY yang aman dan sehat. Kami harapkan masyarakat terus berhati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan” pungkasnya. (*)

Read previous post:
AGUS HARIMURTI YUDHOYONO: Kustini-Danang Mampu Bangkitkan UMKM di Sleman

SLEMAN (MERAPI) – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi motif batik sinom parijoto

Close