WAJAH PARIWISATA ERA PANDEMI: Dari Quantity Tourism Menjadi Quality Tourism

MERAPI – WULAN YANUARWATI
Menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Otorita Pariwisata, Rabu (2/12) di Hotel Marriot Yogyakarta.

SLEMAN (MERAPI) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Menurut data dari World Travel and Tourism Council (WTTC), sektor pariwisata menyumbang sebanyak USD 13.9 Billion atau sekitar 197,2 triliun rupiah pada Produk Domesti Bruto (PDB) Indonesia.

Hal ini dikemukakan secara daring pada saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Otorita Pariwisata, Rabu (2/12) di Hotel Marriot Yogyakarta.
“Data dari WTTC menyebutkan bahwa sektor pariwisata menyumbang sebanyak USD 13.9 Billion atau sekitar 197,2 triliun rupiah pada PDB Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia membentuk tiga Badan Pelaksana Otorita untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata di Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo-Flores yang bertugas koordinatif, yaitu menjadi sistem integrator yang mengkoordinasi stakeholders agar sektor pariwisata tumbuh dan mencapai target Pemerintah Pusat.
“Target utamanya adalah menghasilkan devisa dan menjadi motor perekonomian Indonesia,” imbuhnya.

Badan Pelaksana Otorita juga mengelola zona otorita yang akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata terpadu. Kawasan ini diamanatkan agar menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi produk pariwisata baru berstandar global.
Pada masa pandemi Covid-19, Wishnutama menyebut wajah pariwisata berubah drastis sebab akan lebih mengutamakan faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan atau tujuan wisata.

“Strategi pengembangan sektor pariwisata ke depan telah berubah, dari Quantity Tourism menjadi Quality Tourism. Tentunya perubahan ini memerlukan kesamaan visi, sinergi semua stakeholders parekraf, kerja sama dalam mencapai standar global, pembangunan kualitas SDM, dan pemahaman yang komprehensif,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Badan Pelaksana Otorita memegang peran yang sangat penting untuk berkoordinasi dengan asosiasi industri, akademisi, media, dan komunitas dalam mengembangkan strategi Quality Tourism sekaligus mengimplementasikannya di daerah masing-masing.
Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita mengatakan master plan pengembangan Zona Otorita Borobudur atau Borobudur Highland sudah final dan saat ini tengah mempersiapkan proses tender. Setelah itu akan dilakukan pekerjaan infrastruktur dasar terlebih dahulu.
“Master plan sudah siap, trus DED (Detail Engineering Design) untuk bisa ditenderkan juga menjelang siap. Kita start (mulai) masuk Januari masuk proses-proses tender untuk konstruksi jalan masuk di dalam kawasan. Jadi kita akan mengerjakan infrastruktur dasar terlebih dahulu supaya kawasan otoratifnya bisa segera dimasuki investor,” jelasnya.

Sejauh ini, BOB telah melakukan kontrak dengan tiga investor lokal yang memiliki jaringan Internasional sehingga tetap ada pemasaran berbasis Internasional. Menurut Indah, BOB terbuka dengan pelbagai investor baik dalam maupun luar negeri.
“Kami sudah melakukan semacam MoU, ada tiga investor. Investor lokal tetapi operatornya punya link international karena begini, siapapun boleh memiliki, boleh investasi, bisa dari luar dan dalam (negeri). Kalau dari luar bisa menarik devisa dari awal jadi bisa menarik konstruksinya. Kalau operator bisa internasional karena punya link pemasaran internasional,” jelasnya.

Selain itu, Indah berharap rakor yang dihadiri oleh tiga Badan Pelaksana Otorita dapat menjadi ajang bertemu, berbagi ilmu serta saling bertukar pikiran. Di samping itu dapat menggali isu-isu strategis dalam pengembangan, pemasaran, pengelolaan dan operasional kawasan pariwisata kedepan yang berkualitas. (C-4)

Read previous post:
Kebutuhan Pokok Dipastikan Aman

BANTUL (MERAPI) - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Drs Sukrisno Dwi Susanto MSi memastikan stok bahan-bahan kebutuhan pokok di pasar

Close