Yogya Masih Andalkan Malioboro untuk Menggaet Wisatawan Mancanegara

GONDOMANAN (HARIAN MERAPI) – Kota Yogyakarta masih mengandalkan wisata di kawasan Malioboro untuk menarik wisatawan nusantara dan mancanegara. Terutama untuk mencapai target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2020 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang kondisi Malioboro saat ini dengan pedestrian telah menarik wisatawan. Termasuk ujicoba bebas kendaraan semi pedestrian Malioboro setiap 35 hari sekali menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

“Keberadaan Malioboro dengan pedestriannya menarik kunjungan wisatawan. Di samping itu kawasan Malioboro juga dekat dengan Kraton Yogyakarta,” kata Maryustion, Jumat (20/9).

Namuh dia menilai hal itu tidak cukup. Dia menyatakan guna mencapai target 1 juta wisatawan mancanegara di 2020 di Jogja Solo Semarang (Joglosemar) oleh Kementerian Pariwisata memerlukan dukungan berbagai pihak. Wisata, lanjutnya, tidak mengenal batas ruang, waktu dan tempat.

“Perlu disiapkan paket-paket wisata terpadu di kota dan kabupaten di DIY untuk menarik wisman lebih banyak,” imbuh Tion.

Berdasarkan statistik pariwisata DIY selama tahun 2018 dengan 185 objek wisata, kunjungan wisman sebanyak 600.102 orang. Sedangkan wisatawan nusantara mencapai 25,9 juta orang.

Di sisi lain, kunjungan wisman ke Daerah Super Prioritas (DSP) Borobudur melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada 2020 mendatang diproyeksikan mencapai satu juta. Angka ini mencapai tujuh kali lipat dibandingkan kunjungan wisman melalui Bandara Adisutjipto pada tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyampaikan, pada tahun-tahun sebelumnya kunjungan wisman melalui Adisutjipto berkisar 150.000 orang. Dengan operasional penuh YIA di Kecamatan Temon Kulonprogo, target kunjungan wisman naik tujuh kali lipat menjadi satu juta orang pada 2020.

“Pesawat terberat dan terbesar pun bisa mendarat di YIA dengan membawa 300-400 wisman tiap penerbangan,” kata Arief di YIA, Rabu (18/9) lalu.

Sebagai dukungannya, pemerintah pusat memberikan anggaran Rp 2,1 triliun untuk pembangunan infrastruktur, serta tambahan anggaran lain Rp 3 triliun seperti pembangunan Jalan dari YIA ke Borobudur serta jalur lintas kereta api ke Yogyakarta. (Tri/Unt)

Read previous post:
Bersama Distan Se-Indonesia, Ditjen PSP Siapkan Rancangan Kegiatan 2020

SOLO (HARIAN MERAPI) - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan perencanaan untuk 2020. Dinas Pertanian

Close