Malioboro pun Super Sepi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kawasan Malioboro tetap menjadi tujuan kunjungan wisatawan di Kota Yogyakarta selama libur Lebaran. Hanya saja jumlah pengunjung Malioboro pada Lebaran 2021 menurun dibandingkan hari biasanya di masa pandemi Covid-19.

“Selama Ramadan kemarin Malioboro super sepi. Rata-rata pengunjung kurang dari 500 orang. Baru mulai ramai pada Sabtu (15/5) malam, dua hari setelah Lebaran,” kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Ekwanto, Senin (17/5).

UPT Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat jumlah pengunjung Malioboro pada Ramadan hari terakhir Rabu (12/5) hanya 641 orang. Saat hari Lebaran Kamis (13/5) sebanyak 695 orang, Jumat 872 orang, Sabtu 1.329 orang dan Minggu (16/5) mencapai 1.426 orang.

Menurutnya pada hari Minggu malam menjadi puncak keramaian karena pada hari Senin (17/5) sebagian besar masyarakat akan kembali masuk bekerja. Para pengunjung dan kendaraan yang melewati kawasan Malioboro sebagian menggunakan kendaraan dengan nomor polisi luar DIY seperti L dari Surabaya, F dari Bogor dan D dari Bandung.

“Saya pantau di lapangan sampai pukul 23.00 WIB masih ramai. Kendaraan masih didominasi oleh nopol DIY. Tapi untuk kendaraan yang melintas Malioboro setelah pukul 21.00 WIB karena penutupan lalu lintas rutin untuk pedestrian, banyak terlihat mobil-mobil pribadi dengan nomor polisi dari luar DIY,” terangnya.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan pengunjung Malioboro selama libur Lebaran tahun ini menurun. Selama pandemi Covid-19 jumlah pengunjung Malioboro berkisar 2000-3000 orang/hari dan Sabtu Minggu sekitar 4.000-5.000 orang/hari. Tapi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jumlah pengunjung Malioboro tidak seperti pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19.

“Hal itu karena memang masa PPKM mikro, perjalanan dari luar kota juga sangat kecil. Otomatis jumlah kunjungan dan orang yang menginap di hotel sangat rendah,” imbuh Heroe.

Dia mengatakan, kunjungan di sejumlah destinasi wisata lainnya dan okupansi hotel-hotel di Kota Yogyakarta juga rendah selama masa libur Lebaran tahun 2021. Tercatat sejak 22 April sampai hari ini, tercatat orang yang mudik di Kota Yogyakarta hanya 272 orang. Kondisi tersebut berdampak pada sektor pariwisata dan pendukungnya di Kota Yogyakarta seperti pedagang kuliner dan oleh-oleh mengalami penurunan.

“Jadi memang masa PPKM mikro dan libur Lebaran, sektor pariwisata dan pendukungnya seperti hotel, destinasi wisata, kuliner dan oleh-oleh mengalami pukulan yang cukup besar. Hampir semua pelaku wisata di Yogya menyampaikan lesunya industri wisata maupun transaksi di Malioboro dari PKL maupun pertokoan serta oleh-oleh,” ujarnya. (Tri)

 

Read previous post:
Ritual Usir Genderuwo, Bocah Ditenggelamkan Orangtua Sampai Tewas

Close