Pembangunan Tower Dua Rusunawa Tegalrejo Diproyeksikan Rampung Oktober

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Rumah Susun sewa (rusunawa) unit II di wilayah Kemantren Tegalrejo Yogyakarta mulai dibangun. Rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah tersebut diproyeksikan selesai Oktober 2021.

“Pekerjaan fisik pembangunan tower dua rusunawa ini dilakukan mulai akhir Maret. Ini sesuai kontrak dan akan berakhir pada 25 Oktober,” kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Sigit Setiawan, Senin (3/5).

Dia menjelaskan rusunawa unit II yang dibangun memiliki spesifikasi yang sama dengan unit I yakni memiliki luas 36 meter persegi tiap unit atau tipe 36. Rencana rusunawa unit II memiliki total 44 unit rusunawa. Setiap unit akan dilengkapi dengan furniture seperti tempat tidur, lemari dan kursi.

Sama seperti saat membangun tower satu, dana untuk pembangunan tower dua juga sepenuhnya dialokasikan dari pemerintah pusat. Pada tahun ini, alokasi anggaran untuk pembangunan tower dua mencapai sekitar Rp 23,4 miliar.

Menurut Sigit, spesifikasi teknis tiap unit di tower dua rumah susun tersebut akan sama seperti tower pertama, yaitu memiliki luas 36 meter persegi perunit dan seluruhnya sudah dilengkapi furniture. “Yang sedikit membedakan adalah jumlah unit di tower dua karena ada tambahan dua unit di lantai bawah. Pada rusunawa tower satu sudah dilengkapi dengan ruangan untuk pertemuan dan kios, maka di tower dua akan ada sedikit pengurangan luasan untuk fasilitas umum. Jadi bisa dibangun dua unit tambahan di bawah,” jelasnya.

Dengan tambahan dua unit rumah susun tersebut, di tower dua akan ada 44 unit rumah susun yang bisa disewakan sedangkan di tower satu hanya ada 42 unit yang berada di bangunan setinggi tiga lantai. Sementara itu, tower satu Rumah Susun Tegalrejo yang sudah selesai dibangun pada 2019 saat ini masih dimanfaatkan sebagai selter untuk kebutuhan isolasi bagi pasien Covid-19. “Karena masih digunakan untuk kebutuhan penanganan pandemi, seluruh biaya pemeliharaan masih dialokasikan dari biaya tidak terduga (BTT) Pemkot Yogyakarta,” jelasnya.

Meskipun demikian, Sigit mengatakan Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memperoleh surat dari pemerintah pusat untuk pemanfaatan tower satu rumah susun tersebut. Proses hibah bangunan terus dilakukan karena bangunan dengan nilai lebih dari Rp 10 miliar, proses hibahnya harus diketahui oleh Presiden.

“Surat izin pemanfaatannya keluar Juni 2020, sehingga bangunan sebenarnya sudah bisa digunakan sesuai fungsi awal. Tinggal menunggu sampai kapan pemanfaatan selter ini,” katanya.

Warga yang berhak menempati rumah susun sewa tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penghuni pun diharapkan dapat mandiri dan hanya menghuni selama dua periode atau maksimal enam tahun. “Setelah dari rumah susun ini mereka memiliki kemampuan membeli rumah sendiri,” katanya. (*)

Read previous post:
KENDARAAN MASUK TEMANGGUNG DIPERIKSA DI PERBATASAN-Tak Bawa Surat Bebas Corona Wajib Jalani Rapid Antigen

Close