Pemkot Yogya Pastikan Bantuan Makanan bagi Pasien Isoman Dilanjutkan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Kota Yogya menargetkan bantuan makanan bagi warga yang isolasi mandiri karena Covid-19 bisa segera terfasilitasi kembali. Anggaran Pemkot Yogyakarta untuk permakanan warga isolasi karena Covid-19 masih tersedia. Hanya saja perlu merealokasi atau menggeser sebagian anggaran permakanan untuk selter ke nonselter.

“Secepatnya kami realokasi anggaran. Sifatnya hanya administratif saja. Bukan terus tidak ada duit (anggaran). Tidak rumit karena anggaran masih ada,” kata Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi, Rabu (14/4).

Heroe menjelaskan ada dua anggaran bantuan makanan untuk isolasi pasien Covid-19 di selter Tegalrejo dan nonselter atau bagi warga yang isolasi mandiri di rumah. Asumsi dalam rancangan anggaran permakanan di selter dan nonselter, jumlahnya disamakan. Tapi ternyata kondisinya berbeda dari asumsi rencana anggaran.

“Ternyata yang di selter penghuninya, tidak seperti yang kami bayangkan. Tidak full (penuh). Bahkan cenderung sedikit, sehingga anggaran permakanan di selter masih banyak. Yang non selter ini justru banyak, sehingga cepat habis (anggarannya),” terangnya.

Menurutnya sudah sejak 2 minggu lalu, pihaknya meminta anggaran bantuan makanan di selter bisa dimaksimalkan untuk makanan bagi warga yang isolasi mandiri (isoman). Dia menyebut dalam pembahasan realokasi anggaran tidak memerlukan waktu lama, sehingga diharapkan bantuan permakanan bagi warga isolasi mandiri karena Covid-19 dapat kembali digulirkan.

“Sebenarnya tinggal memindahkan anggaran permakanan untuk selter ke nonselter. Tidak lama prosesnya karena hanya administratif. Kalau prediksi Panjang, kita tambahkan realokasi dan refocusing anggaran agar semakin besar,” ucap Heroe.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan dalam dokumen pelaksanaan anggaran, untuk anggaran bantuan makanan warga isolasi mandiri karena Covid-19, dalam posisi sudah habis. Dia menyebut permakanan siap saji bagi warga isoman dianggarkan sekitar Rp 600 juta di Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta.

“Tapi di luar perkiraan dan asumsi rencana anggaran, ternyata jumlah yang mengajukan bantuan permakanan siap saji untuk isolasi mandiri banyak. Misalnya ada satu orang yang kena Covid-19, lalu ditracing bisa satu keluarga yang harus isolasi mandiri. Jumlahnya banyak, di luar asumsi rencana anggaran,” jelas Tion.

Untuk mengatasi itu akan melakukan realokasi anggaran kegiatan di Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta guna memfasilitasi kembali bantuan permakanan warga isoman karena Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil konsultasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Yogyakarta dan ruang metode yang diberikan pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19.

Pemkot Yogyakarta mencatat per Rabu (14/4) jumlah kasus aktif positif Covid-19 sebanyak 336 kasus meliputi 288 isolasi dan 48 rawat inap rumah sakit. Sedangkan jumlah penyitas Covid-19 yang isolasi di selter Tegalrejo sebanyak 13 orang. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
PHK Tanpa Pesangon, Mantan Karyawan Menggugat ke Pengadilan

Close