Mudik Lebaran Dilarang, Kota Yogya Gerakkan Wisatawan Lokal

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kebijakan pemerintah pusat melarang mudik Lebaran akan berdampak pada sektor pariwisata di Kota Yogyakarta. Untuk menghadapi itu, wisatawan lokal bakal menjadi fokus sasaran untuk menggerakkan pariwisata di Yogyakarta.

“Apapun yang terjadi kami ikuti kebijakan itu tetapi harus bisa survive (bertahan). Kita harus tetap semangat dan jangan pesimis. Tekankan wisata Yogya pakai protokol kesehatan. Optimalkan wisata lokal,” kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai fokus grup diskusi terkait pariwisata di Hotel Pesonna Malioboro, Rabu (7/4).

Menurutnya wisata lokal yang menjadi sasaran selama libur Lebaran karena masih memungkinkan secara akses. Terutama wisatawan dari masyarakat Kota Yogyakarta dan kabupaten dalam provinsi di DIY. Pihaknya optimis wisata di Yogya bisa bergeliat karena berkaca pada libur Lebaran tahun 2020 dalam kondisi pandemi.

“Tahun lalu kita juga begitu bisa melaluinya. Tetap optimis saja. Optimalkan wisatawan lokal,” imbuhnya.

Sedangkan bagi wisatawan luar DIY menjadi sasaran setelah kebijakan larangan mudik Lebaran yang diterapkan 6-17 Mei, tidak diberlakukan lagi. Namun pihaknya mengingatkan agar wisatawan di Yogyakarta mengedepankan protokol kesehatan. Misalnya wisatawan dari luar DIY harus bisa menunjukkan surat keterangan sehat bebas dari Covid-19.

“Kami memperketat protokol kesehatan untuk menjaga kota. Kalau ke sini ditanya (surat sehat), ya jangan tersinggung. Kami tekankan wisata di Yogya pakai protokol kesehatan,” terang Haryadi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan akan mengoptimalisasi kunjungan wisatawan lokal saat libur Lebaran, Mengingat sampai kini tidak ada aturan atau larangan dari pemerintah pusat untuk menutup tempat wisata.

“Kami akan mencoba mengerahkan wisatawan lokal antar kota dalam provinsi. Kurang lebih seperti itu karena memang tidak ada pelarangan untuk menutup tempat wisata. Mungkin pemerinah pusat tetap mempertimbagnkan agar tidak ada aktivitas ekonomi yang mati pada waktu itu,” jelas Wahyu.

Dia menyebut pada libur panjang Paskah dan akhir pekan kemarin, ada peningkatan kunjungan wisata ke Yogyakarta dengan rata-rata okupansi hotel mencapai 60 persen.

Sedangkan Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Aldi Fadlil Diyanto mengatakan, Yogyakarta tidak menutup tempat wisata. Oleh sebab itu agar industri pariwisata berjalan maka protokol kesehatan wajib diterapkan para pelaku wisata.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dan promosi bahwa pariwisata di Yogyakarta tetap eksis dan dilakukan berdasar protokol kesehatan yang ketat. Kami harus bisa meyakinkan bahwa pariwisata di Yogyakarta tetap aman dikunjungi dan pasti ngangeni,” jelas Aldi. (Tri)

 

Read previous post:
ZIARAH KE MAKAM KYAI LANGGENG (1) – Suka Semedi di Tempat-tempat yang Angker

KYAI Langgeng adalah tempat Wisata yang ada di Jawa Tengah tepatnya di jalan Cempaka no 5 Magelang.Banyak sekali para pengunjung

Close