PTKM Mikro Diperpanjang, DIY Libatkan Peran Jaga Warga

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pemerintah Daerah DIY akan memperpanjang penerapan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) mulai 9-23 Februari 2021. Dengan begitu, PTKM ini merupakan perpanjangan ketiga di DIY.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, PTKM kali ini difokuskan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lingkup terbawah melalui Jaga Warga dan meningkatkan peran Satlinmas, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

“Sesuai arahan Presiden, DIY dan provinsi lain diminta memperpanjang PTKM dengan pengawasan secara mikro,” ungkapnya usai bertemu bupati dan walikota, Sabtu (6/2) di Kompleks Kepatihan.

Sultan menjelaskan, konsep mikro melibatkan jaga warga di kampung dan desa untuk memperketat mobilitas masyarakat di lingkup terkecil. Peranan satgas kecamatan, desa dusun, dan RT serta pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan posko harus dioptimalkan. Sebab tren penularan virus sudah di lingkup level terkecil yakni keluarga dan tetangga.

Peningkatan peran satgas dan pembentukan selter di desa dan kelurahan dapat mengoptimalkan APBDes untuk operasional. “Melalui Jaga Warga, gerakan bersama semua warga dalam menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini diharapkan dapat memutus rantai penularan Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, lima provinsi di Jawa dan Bali dipanggil oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (4/2) di Istana Negara. Sultan yang juga mengikuti pertemuan tersebut diajak berembuk terkait implementasi PPKM yang dinilai belum efektif dalam meminimalisir persebaran virus Covid-19.

Selain pengawasan pada tingkat mikro, Sultan mengatakan fokusnya juga pada perekonomian di Yogyakarta. Untuk itu, dilakukan perpanjangan jam operasional buka usaha. Namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Jika dalam PTKM sebelumnya, pelaku usaha ekonomi diperbolehkan membuka usahanya hingga pukul 20.00 WIB, pada PTKM mikro nanti jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB,” ungkap Sultan.

Pemda DIY juga mendorong agar pelaku usaha di Kabupaten/Kota memaksimalkan layanan pesan antar online. Selain itu perlu setiap tempat usaha bertanggung jawab penuh terhadap protokol kesehatan ketat di wilayah usahanya.

Di sisi lain, Pemda DIY melaporkan penambahan 145 kasus positif Covid-19, Minggu (7/2) sehingga total kasus positif menjadi 23.548 kasus. Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 terdiri atas 16 warga Kota Yogyakarta, 49 warga Bantul, 10 warga Kulonprogo, 22 warga Gunungkidul, dan 48 warga Sleman.

“Rincian kasus terdiri 39 kasus periksa mandiri, 72 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 1 kasus screening karyawan kesehatan, dan 33 kasus belum ada info,” jelasnya.

Dilaporkan 213 kasus sembuh sehingga total sembuh menjadi 16.789 Kasus, terdiri dari 44 warga Kota Yogyakarta, 61 warga Bantul, 2 warga Kulonprogo, 9 warga Gunungkidul, dan 97 warga Sleman.

“Tiga kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi 540 kasus, terdiri dari kasus 18.505, perempuan usia 75 tahun warga Kota Yogyakarta, kasus 20.688, laki-laki usia 73 tahun warga Kota Yogyakarta, dan kasus 21.742, perempuan usia 55 tahun warga Bantul,” jelasnya. (C-4)

Read previous post:
Janjian Balap Liar, 13 ABG Kena Wajib Lapor Senin dan Kamis

Close