1.117 SDMK Sardjito Telah Divaksin, Tak Ada Laporan Efek Samping Serius

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sebanyak 1.117 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di RSUP dr Sardjito sudah tervaksinasi dengan sukses dan hingga saat ini tidak ada laporan serius terhadap efek samping atau reaksi setelah divaksin.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, Selasa (26/1) secara daring pada diskusi wartawan di Kompleks Kepatihan.

“Kita tidak dapat laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Jadi kita tidak ada laporan cukup berarti karena teknik pelaksanaannya begitu orang vaksinasi dia harus istirahat antara 15-30 menit,” jelasnya.

Banu menyebut antusias SDMK penerima vaksin sangat tinggi. Vaksin bukanlah obat Covid-19, namun salah satu bentuk perlindungan dari penularan Covid-19 dengan menciptakan kekebalan tubuh di masyarakat.

“Kalau imun terjaga maka (nakes) akan lebih semangat dan percaya diri dalam memberikan pelayanan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Banu mengatakan terdapat SDMK yang tidak memenuhi kriteria untuk mendapat vaksin. Belum bisa disebut berapa jumlahnya, namun tergolong sangat minim. Mereka yang tidak memenuhi kriteria didominasi oleh ibu hamil dan orang yang memiliki hipertensi.

“Jadi tensinya tidak boleh di atas 140. Sehingga harus dinormalkan dulu, ganti dijadwalkan ulang dan ganti hari. Jadi bukan tidak divaksin,” ungkapnya.

Saat ini RSUP dr Sardjito dalam sehari menyuntikkan rata-rata 240 vaksin dan untuk mempercepat, mulai minggu ini target harian pemberian vaksin akan ditingkatkan menjadi 300 dosis per hari. (C-4)

 

Read previous post:
Tertipu Rp 14 M, Laporkan Mantan Suami ke Polisi

Close