Kondisi SDM Kesehatan Usai Vaksinasi Perlu Dibuka

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan berharap Pemda DIY lebih terbuka dalam mempublikasikan kondisi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang sudah divaksinasi.

Pasalnya menurut Sofyan masih terjadi perdebatan terkait vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia. Adanya keterbukaan kondisi SDMK usai divaksinasi diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik.

“Kalau bisa nakes yang sudah divaksin, dipublikasikan ditunjukkan seperti apa kondisinya,” ungkapnya pada diskusi wartawan terkait vaksinasi, Senin (25/1) di DPRD DIY.

“Kalau perdebatan di masyarakat terus ditanggapi, kita tidak bisa produktif. Cukup dipublish bagaimana nakesnya dan diperlihatkan kondisinya. Biarkan kemudian masyarakat melihat dan menilai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan vaksinasi SDMK termin pertama tahap kesatu sudah selesai dilaksanakan. SDMK yang gagal vaksinasi karena tidak lolos hasil skrining kesehatan dikatakan Pembajun tidak sampai 5 persen.

“Tidak sampai 5 persen nakes untuk tahap pertama ini yang tidak lolos vaksin,” ujarnya.

Beberapa faktor tidak lolos skrining kesehatan dikarenakan yang bersangkutan memiliki darah tinggi atau hipertensi, sedang hamil maupun menyusui. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Yogyakarta saja, banyak dialami para SDMK di seluruh Indonesia.

“Mereka tidak lolos karena hipertensi, hamil dan menyusui. Mungkin yang hipertensi itu karena kelelahan dan khawatir,” ungkapnya. (C-4)

Read previous post:
Tren GoFood di Yogya, Tahun 2020 Mie Pedas, 2021 Aneka Olahan Bakso

Close