DIY Kembali Terima 44.400 Dosis Vaksin Covid-19

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sekda DIY Baskara Aji mengatakan sebanyak 44.400 dosis vaksin Sinovac sudah diterima Pemda DIY yang akan digunakan untuk vaksinasi tahap pertama bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di lima kabupaten dan kota.

“Sudah datang beberapa hari lalu untuk termin 2 tahap pertama. Kita distribusi untuk yang pertama dulu (penerima pertama),” ujarnya di Kompleks Kepatihan, Senin (25/1).

SDMK penerima vaksin termin kedua tahap pertama di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta akan selesai. Kemudian disusul termin pertama untuk SDMK di Kabupaten Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul. “Dipakai untuk vaksin (termin) kedua Sleman dan Kota. Juga vaksin (termin) pertama dulu untuk 3 kabupaten sisanya,” imbuh Aji.

Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie membenarkan 44.400 dosis vaksin sudah diterima dan siap untuk dilakukan vaksinasi pada 24 Januari mendatang. “Tertanggal hari ini (vaksin) sudah di DIY,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya pada diskusi bersama media secara daring, Pembajun melaporkan vaksinasi termin satu sudah selesai dengan rincian 12.380 untuk Kabupaten Sleman dan 9.800 untuk Kota Yogyakarta.

Adapun 44.400 dosis vaksin yang telah sampai di Yogyakarta akan didistribusikan untuk termin kedua tahap pertama yakni SDMK Kota Yogyakarta sebanyak 9.600 dosis dan Kabupaten Sleman sebanyak 13.040 dosis. Lalu untuk termin pertama tahap pertama yakni di Kabupaten Kulonrogo sebanyak 5.480 dosis, Gunungkidul sebanyak 5.520 dosis, dan Bantul sebanyak 10.760 dosis.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan ada pemantauan kondisi atau reaksi tubuh selama 30 menit setelah penyuntikan vaksin Covid-19. Selama menunggu penyuntikan kedua, para penerima vaksin Covid-19 yang mengalami keluhan atau efek samping diharapkan menghubungi fasilitas layanan kesehatan yang menyuntik vaksin.

“Kami pantau 30 menit setelah penyuntikan vaksin. Setelah itu kalau ada keluhan, bisa menghubungi rumah sakit dan puskesmas yang memberikan vaksin,” kata Emma.

Ia menjelaskan mengacu Peraturan Menteri Kesehatan nomor 12 tahun 2017 tentang penyelenggaran imunisasi, ada potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yakni semua kejadian medik setelah imunisasi dan diduga terkait imunisasi. KIPI biasanya berdampak ringan seperti demam ringan, ruam merah, bengkak merah dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi atau divaksin. Reaksi itu normal dan akan menghilang dalam waktu 1-3 hari.

Jika mengalami dugaan KIPI masyarakat diimbau melapor ke fasilitas layanan kesehatan. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat KIPI akan diberikan pengobatan dan perawatan selama investigasi dan pengkajian KIPI. “Kemungkinan efek samping biasanya membengkak kemerahan tapi hanya satu atau dua hari. Rata-rata hanya lemas dan mudah mengantuk tapi tidak lama. Sangat ringan efek sampingnya,” terangnya.

Dia menyampaikan, orang yang sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 akan diberikan kartu vaksin atau imunisasi. Kartu itu sebagai kontrol penyuntikan vaksin Covid-19. Setelah mendapat suntikan pertama vaksin Covid-19, juga akan mendapatkan penjelasan jadwal untuk penyuntikan vaksin kedua. (C-4/Tri)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close