Luncuran Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh, Mengarah ke Barat Daya

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terus mengeluarkan guguran awan panas dan lava pijar. Berdasarkan hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) jarak luncuran awan panas dan lava pijar semakin jauh. Sebelumnya jarak luncur kurang dari 1 kilometer, dalam dua hari lalu jarak luncuran maksimal mencapai 1,5 kilometer.

BPPTKG mencatat dari hasil pengamatan Minggu (17/1) periode 00.00-06.00 WIB teramati 36 guguran lava pijar ke barat daya. “Jarak luncur maksimum lava pijar pada Minggu kemarin mencapai 1.500 meter ke barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Minggu (17/1).

Sedangkan pada Sabtu (16/1) terjadi 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,5 km ke arah barat daya dengan tinggi kolom 500 meter. Selain itu 21 guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1 km ke arah barat daya.

“Ini awan panas yang paling jauh jarak luncurnya 1,5 kilometer ke arah barat daya. Erupsi saat ini terhitung masih kecil dan belum membahayakan bagi permukiman Masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini dari jarak aman,” tambah Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi dalam video telekonferensi, Sabtu (16/1).

Agus menyatakan dari hasil pengamatan kini jumlah gempa guguran dan energi cenderung meningkat dengan guguran dominan ke arah barat daya. Morfologi area puncak menunjukan perubahan karena pertumbuhan kubah lava dan aktivitas guguran.

Volume kubah lava pada 14 Januari 2021 sebesar 47 ribu meter kubik dengan laju pertumbuhan 8 ribu meter kubik. “Kubah lava saat ini masih kecil,” imbuhnya.

Sedangkan deformasi atau penggembungan tubuh gunung menurun signifikan. Dia menyebut selama aktivitas erupsi Merapi 2021, deformasi paling tinggi mencapai 21 cm/hari kini menjadi sekitar 2 cm/hari dalam 3 hari ini. Per 15 Januari 2021 distribusi probabilitas erupsi dominan ke arah erupsi efusif. Potensi erupsi eksplosif dan kubah dalam menurun signifikan.

“Dengan saat ini sudah erupsi dan cenderung bersifat efusif serta memperhatikan arah erupsi, maka potensi dan daerah bahaya berubah. Sehingga kami rekomendasikan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti terkait perubahan daerah bahaya ini. Rekomendasi lain terkait penambangan dan pariwisata di kawasan rawan bencana tiga dihentikan,” terang Agus.

Dia menjelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedok, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 km. Potensi lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 km dari puncak

“Rekomedasi potensi bahaya yang berubah mengandung konsekuensi bahwa masyarakat yang tinggal di luar daerah bahaya itu bisa tinggal di permukiman. Namun demikian perlu kami tegaskan, harus menyesuaikan perkembangan aktivitas Gunung Merapi,” tandasnya. (Tri/Foto Antara)

Read previous post:
Berbahan Kedelai Kurangi Risiko Diabetes

KEDELAI termasuk jenis bahan alami menyehatkan. Selain ada kedelai kuning biasa, ada pula kedelai hitam. Kedelai biasa antara lain dapat

Close