Sakit, Perwakilan DPRD DIY Absen Vaksinasi Perdana

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Perwakilan anggota DPRD DIY penerima vaksin Covid-19 perdana di Yogyakarta bernama Suharwanta tidak hadir untuk menerima vaksin dengan alasan sakit. Semula ada 16 tokoh DIY yang mewakili kalangan birokrasi, TNI/Polri/BIN, badan legislatif, tenaga kesehatan dan IDI, serta tokoh keagamaan yang mendapat vaksin perdana, akhirnya hanya 15 tokoh yang divaksin.

“16 orang (penerima vaksin perdana), yang hadir hanya 15 orang. Satu yang kami sayangkan beliau tidak bisa hadir dari DPRD DIY. Beliau berhalangan tetapi kita sudah undang, mudah-mudahan nanti di tahap berikutnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Kamis (14/1) di Kompleks Kepatihan. “Detik terakhir kami menghubungi beliau kebetulan rupanya sakit, alasannya sakit,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD DIY, Suharwanta saat dikonfirmasi wartawan mengatakan kondisi kesehatan yang kurang baik usai perjalanan dari Jakarta sehingga tidak memungkinkan untuk divaksinasi. “Semula saya yang mewakili unsur pimpinan DPRD DIY untuk ikut vaksinasi covid perdana DIY tapi selasa (12/1) siang saya mendadak ada keperluan ke Jakarta. Baru tadi pagi (14/1) saya kembali ke Yogya dalam kondisi kesehatan yang kurang baik dan butuh istirahat. Oleh karena itu dengan sangat menyesal saya putuskan untuk tidak mengikuti vaksinasi,” jelasnya.

Dia mengatakan antusias pada program vaksinasi Covid-19 oleh pemerintah guna menekan persebaran virus dengan membentuk imunitas di masyarakat. Namun kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan vaksinasi. Dia menyatakan permintaan maafnya kepada semua pihak.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana secara terpisah membenarkan hal tersebut. Ketidakhadiran perwakilan dari DPRD DIY pada vaksinasi Covid-19 perdana karena yang bersangkutan sakit. “Beliau tidak bisa hadir bukan karena tidak mendukung tapi karena sakit, beliau pulang dari Jakarta kemudian sekarang sakit gak memungkinkan dilakukan vaksin,” jelasnya.

Di sisi lain, Pakar Imunologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Deshinta Putri Mulya MSc SpPD KAI(K) meminta masyarakat untuk tidak ragu terhadap vaksin Sinovac yang akan diberikan pemerintah secara gratis sebab keamanan vaksin telah dipastikan oleh BPOM dan dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia.

Penelitian klinis untuk vaksin pun telah dilakukan secara teliti dan penuh kehati-hatian serta mempertimbangkan berbagai aspek. “Jadi selayaknya masyarakat tidak memiliki keraguan pada vaksinasi yang akan diberikan,” tegasnya dalam talkshow kesehatan terkait Vaksin Covid-19 yang digelar oleh RSA UGM secara daring, Rabu (13/1).

Kepala Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menyampaikan suksesnya program vaksinasi Covid-19 memerlukan kerja sama yang baik antara semua pihak, baik pemerintah, fasilitas pelayanan vaksin, maupun masyarakat. Hal tersebut sangat penting dilakukan agar dapat mencapai herd immunity atau kekebalan populasi supaya pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Masyarakat diharapkan mengikuti dan memahami informasi dari sumber yang kompeten sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman akan vaksinasi,” terangnya. (C-4/Son)

Read previous post:
Program GrabFood ‘Yuk Berbagi’ Salurkan Ratusan Paket Makanan ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren di Semarang-Yogya

Close