Selter Isolasi Pasien Tanpa Gejala Perlu Ditambah

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Selter isolasi bagi pasien Covid-19 tanpa gejala diusulkan ditambah di Kota Yogyakarta. Pasalnya selter isolasi Covid-19 tanpa gejala di Tegalrejo sempat penuh dan pasien harus antre hingga tiga hari untuk bisa masuk.

“Beberapa hari lalu ruang selter penuh. Pasien tanpa gejala yang mendaftar harus antre dan baru bisa masuk selter dua hingga tiga hari kemudian. Makanya pengadaan tambahan shelter sudah sangat mendesak segera direalisasikan,” kata anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Muhammad Ali Fahmi, Kamis (14/1).

Menurutnya, kapasitas shelter pasien Covid-19 tanpa gejala di Tegalrejo hanya ada 42 ruang dengan 84 tempat tidur. Sedangkan pasien Covid-19 tanpa gejala yang mendaftar di selter diklaim sangat banyak karena di rumah tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri.

“Kondisi rumah tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri karena ada balita maupun lansia. Kasus positif Covid-19 juga meningkat signifikan, sehingga dikhawatirkan penyebaran virus corona semakin meluas dan penanganan pasien kurang maksimal,” jelasnya.

Menurutnya kondisi itu perlu menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Untuk itu Pemkot Yogyakarta disarankan agar segera menambah selter untuk pasien tanpa gejala menggunakan dana APBD Kota Yogyakarta tahun 2021. Termasuk fasilitas penunjang tentunya disertai ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai, makanan bergizi serta didampingi dokter dan tenaga kesehatan.

Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Maryustion Tonang mengatakan, selama ini pemanfaatan selter untuk penyintas Covid-19 tanpa gejala di Tegalrejo didasarkan pada assessment dari puskesmas dan wilayah. Para pasien Covid-19 tanpa gejala yang masuk isolasi di selter Covid-19 di Tegalrejo harus mendapat surat pengantar dari puskesmas, wilayah lurah dan kecamatan. Pasien tanpa gejala juga harus diantar ke selter.

“Sejauh ini keseharian penyintas yang masuk dan keluar di selter sangat dinamis. Ketika ada pertemuan di dewan, memang ada info penuh, tetapi malamnya sudah banyak yang keluar. Jadi kami kira kondisi selter masih memadai, meski tidak menutup kemungkinan untuk mencari lokasi baru,” terang Maryustion.

Dia menilai di masa pandemi Covid-19 perlu menumbuhkan kesadaran gotong royong masyarakat untuk pemenuhan isolasi mandiri. Misalnya dengan pola isolasi mandiri lokal di wilayah dan gotong royong masyarakat. (Tri) 

Read previous post:
4 Hajatan Dibatalkan Meski Tenda Sudah Dipasang

Close