Rusunawa Unit II Tegalrejo Bakal Dibangun Tahun Ini

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Rumah susun sewa (Rusunawa) unit II untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan dibangun wilayah Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta tahun ini. Hal dipastikan setelah usulan pembangunan rusunawa unit II disetujui pemerintah pusat.

“Dulu mengusulkan dua unit rusunawa. Tapi baru satu unit Rusunawa yang telah dibangun di Tegalrejo,” kata Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Sigit Setiawan, Rabu (13/1).

Satu unit Rusunawa yang telah dibangun di Tegalrejo kini difungsikan sementara untuk selter isolasi pasien Covid-19 tidak bergejala. Dia menyampaikan rencananya lokasi rusunawa unit II akan dibangun di selatan rusunawa yang sudah terbangun di Tegalrejo. Lahan telah dibersihkan pada tahun lalu dan siap untuk dibangun rusunawa.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai pihak yang pelaksana membangun Rusunawa di Tegalrejo telah melelang pekerjaan rusun (MBR) Kota Yogyakarta pada November 2020. Paket pekerjaan pembangunan rusun MBR Kota Yogyakarta senilai Rp 24,5 miliar.

“Pembangunan Rusunawa dialokasikan melalui APBN. Lelang dilakukan lebih dini sehingga diharapkan bisa dibangun pemerintah pusat dalam waktu delapan sampai Sembilan bulan,” paparnya.

Dia menjelaskan teknis pengerjaan rusunawa unit II sama dengan unit I yakni 42 kamar/unit menara rusunawa. Jenis tipe 36 dan dilengkapi furniture setiap kamar. Selain itu dilengkapi dengan fasilitas ruang aula, musala maupun kantor pengelola.

Pihaknya memastikan pembangunan rusunawa unit II di Tegalrejo, tidak mengganggu operasional rusunawa unit I yang difungsikan sementara untuk selter Covid-19 Kota Yogyakarta. Itu karena akses selter dibangun terpisah dan akan ada pengaturan ulang terkait beberapa posko pendukung selter.

“Rusunawa unit I yang sudah selesai dibangun sudah ada persetujuan pengelolaan sementara. Tetapi karena kondisi pandemi Covid-19, maka kami minta izin untuk dijadikan selter dulu. Setelah itu akan ada mekanisme pengisian dan proses hibah masih terus berjalan,” ucap Sigit. (Tri) 

Read previous post:
Satpol PP Kulonprogo Ultimatum Pengelola Usaha Agar Tertib PTKM

Close