Mahfud MD: Belum Ada Klaster Kerumunan Pilkada

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Menteri Koordinator Politik Hukum HAM dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut Pilkada di tengah pandemi Covid-19 yang telah dilangsungkan 9 Desember 2020 lalu berjalan lancar. Meskipun sebelumnya pihaknya mendapatkan masukan terkait penundaan Pilkada yang berisiko meningkatkan penularan virus Covid-19.

“Kami mendapatkan masukan untuk pilkada ditunda, dan belum tahu ditunda sampai kapan. Bahkan, ada yang menghitung secara matematika, penularan Covid-19 jika dilaksanakan Pilkada bisa mencapai 3,2 juta orang akan tertular,” jelasnya saat jumpa pers usai menghadiri Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020, Senin (14/12) di Hotel Melia Purosani.

Mahfud mengklaim hingga saat ini belum ada laporan terkait klaster Covid-19 akibat penyelenggaraan pilkada serentak. “Hingga hari ini belum ada klaster yang tertular dari kerumunan Pilkada,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan partisipasi masyarakat pada Pilkada di tengah pandemi masih dinilai cukup tinggi yakni mencapai 75,83 persen. Dia membandingkan dengan Pilkada pada 2015 lalu.

“Jika dibanding dengan pilkada serentak tahun 2015 partisipasi masyarakat 69,02 persen dan diprediksi turun 50 persen. Tetapi pada Pilkada 2020 naik ke angka 73,83 persen,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mahfud mengatakan komitmen dengan KPU, Bawaslu, Forkopimda untuk terus bekerja keras hingga proses rekapitulasi suara selesai. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan gelaran pilkada serentak termasuk organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Kalau ada yang mau ke Mahkamah Konstitusi (MK) dipersilakan,” katanya. (C-4)

Read previous post:
Lagu ‘Pahlawan Wayang’ Didedikasikan untuk Ki Seno Nugroho

WAYANG Kulit merupakan salah satu ikon kebudayaan milik Indonesia, jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk datang berkunjung. Wafatnya

Close