Kasus Bayi Stunting di Yogya Masih Tinggi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kasus bayi dengan kondisi tubuh pendek atau stunting di Kota Yogyakarta dinilai masih tinggi, walaupun di bawah angka nasional. Untuk menangani dan mencegah bayi stunting Pemkot Yogyakarta menggencarkan peningkatan gizi ibu hamil (bumil) dan balita.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut dari data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2019 persentase stunting sekitar 11,3 persen dari jumlah anak di Kota Yogyakarta. Sedangkan hasil data pemantauan status gizi di bulan Agustus 2020 menunjukkan dari 2.270 balita yang ditimbang 12,56 persen balita statusnya pendek dan sangat pendek terjadi di Kecamatan Umbulharjo.

“Angka ini artinya cukup besar. Meski demikian angka stunting di Kota Yogya jauh di bawah stunting secara nasional. Tapi seharusnya tidak ada (stunting). Ini jadi tangan tantangan kita,” kata Heroe, saat peluncuran Program 1000 Pelangi Goes to Community di Balaikota, Kamis (10/12).

Menurutnya kasus bayi stunting tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan menengah ke bawah karena tak mampu memenuhi gizi. Tapi juga pada masyarakat kalangan menengah ke atas lantaran saat remaja putri melakukan program diet sehingga mempengaruhi ketika hamil.

“Maka pencegahan stunting dimulai dari perbaikan nutrisi sejak remaja putri, ibu hamil dan balita pada seribu hari awal kehidupan. Maka pendidikan tentang pemenuhan gizi sehat penting diberikan,” paparnya.

Dia berharap pada masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat tidak mengurangi tingkat kesehatan ibu hamil dan balita. Termasuk peningkatan angka stunting. Dia mengapresiasi adanya peran dari pihak swasta seperti PT Sarihusada yang merupakan bagian dari Danone Indonesia dengan menggulirkan gerakan 1000 pelangi di Kota Yogyakarta.

“Dengan gerakan ini harapannya bisa mencegah stunting. Seribu hari awal kehidupan adalah bagian membangun generasi emas di masa mendatang,” ujar Heroe

Perwakilan Danone Specialize Nutrition Indonesia, Delta Deritawan mengatakan program 1000 Pelangi Goes to Community Kota Yogyakarta adalah pengembangan dari program serupa di lingkungan internal perusahaan. Program itu akan menyasar 117 bayi di bawah 2 tahun dan 71 ibu hamil di 3 kelurahan yakni Pandeyan, Semaki dan Warungboto.

“Program seribu Pelangi ini untuk meningkatkan gizi anak para karyawan kami. Kami coba meluncurkan program ini di komunitas sekitar sekaligus bagian program Gandeng Gendong Pemkot Yogyakarta untuk mengatasi stunting. Program akan mendampingi warga terkait nutrisi pada bayi di bawah dua tahun dan ibu hamil,” ucap Delta. (Tri)

Read previous post:
Balai Desa Dibobol, Uang Kas Desa Raib

Close