Gencarkan Pembayaran Digital, UMKM di Yogya Didorong Aplikasikan QRIS

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus terbiasa menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital. Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, QRIS dapat mengurangi transaksi tunai, sehingga mencegah terjadinya kontak fisik antarpenjual dan pembeli.

“QRIS sangat mudah digunakan, transaksi cepat dan langsung masuk ke rekening penjual serta terjaga keamannya. Cukup satu QRIS standar untuk semua pembayaran dari bank atau aplikasi pembayaran,” kata perwakilan Bank BPD DIY, Hetty Nikotyastuti dalam pelatihan edukasi QRIS, Jumat (4/12), yang merupakan rangkaian acara Pameran Virtual Wirakarya Budaya Sibakul ‘Kangen Klangenan Jogja’ di Diskop UKM DIY pada 6-8 Desember 2020.

BPD DIY QUAT, lanjut Hetty, merupakan QRIS yang dapat digunakan merchant atau UMKM dalam transaksi nontunai. Nantinya nasabah merchant akan mendapatkan QR statis maupun QR dinamis, serta dapat melakukan sekali transaksi maksimal Rp 2 juta perhari, dengan maksimal Rp 25 juta perhari. Biaya yang ditanggung merchant juga terhitung ringan, yakni 0,7 persen dari nilai transaksi.

“Kami juga menyiapkan ekosistem pasar digital di Pasar Prawirotaman. Kami tetap mengedukasi penjual meski sudah lanjut usia, agar bisa menggunakan QRIS, karena lebih aman dan tidak perlu menyiapkan uang kembalian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembiayaan UKM Dinas Koperasi UKM DIY, Sukamti mengutarakan, UMKM, khususnya mitra SiBakul Jogja diharapkan mampu meningkatkan mutu produk. Menurutnya, menjaga mutu, bukan sekadar menjaga kualitas, melaninkan juga menjaga kepuasan pelanggan.

Sukamti menyebut, ada sejumlah hal yang dapat meningkatkan mutu dagangan, di antaranya mutu produk yang bisa dilihat dari kemasan dan informasi pendukungnya. Lalu, mutu pelayanan yang mendorong banyak penjual melakukan jemput bola. Berikutnya mutu waktu terkait dengan prioritas produksi bagi pelanggan dan mutu keamanan agar produk yang dijual aman dikonsumsi. (Son)

Read previous post:
Pasar Prawirotaman Kembangkan Pembayaran Digital dan Ruang Ekonomi Kreatif

Close