Cuti Bersama Dikurangi, Reservasi Kamar Hotel Tetap Tinggi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Meskipun cuti bersama pada libur Natal dan Tahun Baru dikurangi, namun diperkirakan Yogyakarta tetap ramai wisatawan. Terbukti pesanan kamar hotel tidak berdampak signifikan dan tetap meningkat di tengah peningkatan kasus Covid-19.

Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryono menyebut sampai pertengahan November, pesanan kamar hotel untuk bulan Desember sudah mencapai 60 persen. Kemudian pada 25-30 November ada pembatalan pesanan kamar untuk Desember sehingga menjadi sekitar 30 persen. Penurunan itu diduga karena kasus Covid-19 yang meningkat di Indonesia.

“Tapi pada 1 Desember pesanan kamar naik untuk bulan Desember naik sekitar 22 persen, sehingga menjadi 52 persen. Dengan pemangkasan cuti bersama di DIY tidak masalah,” kata Deddy, Kamis (3/12).

Dia menyatakan pemangkasan cuti bersama pada 28-30 Desember tidak mengurangi pesanan kamar hotel di tanggal itu Namun tamu- tamu hotel yang menginap sebagian besar bukan dari rombongan besar tapi, personal. Rata-rata pesanan kamar hotel dari wisatawan sekitar Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Sumatera Selatan, Padang, Kalimantan Timur dan Lampung.

“Reservasi kamar pada 28, 29 dan 30 Desember masih tetap ada. Sebagian tamu adalah personal pekerja non pemerintah. Saat kami tanyakan ke pemesan kamar, katanya butuh wisata untuk kesehatan rohani,” urainya.

Pesanan kamar hotel sebanyak 52 persen itu dijadwalkan pada 20 Desember hingga 2 Januari 2021 dengan perkiraan puncak tamu pada 28 Desember-2 Januari 2021. Pihaknya menargetkan tingkat keterisian kamar hotel pada libur Natal dan Tahun Baru mencapai 90 persen dari total kamar yang dioperasionalkan sebanyak 75 persen sesuai protokol kesehatan. Kini ada 224 hotel dan restoran telah beroperasional di DIY.

Menurutnya dari evaluasi libur panjang kemarin banyak wisatawan sudah rapid test tapi kadang ngeyel tidak bermasker. “Kalau masih ngeyel kami minta dengan pelan-pelan agar tidak menginap di hotel. Kami selalu tekankan ke tamu, protokol kesehatan di Yogya cukup ketat,” ujar Deddy.

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan telah melakukan koordinasi dengan semua organisai perangkat daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta terkait antisipasi libur panjang akhir Desember 2020. Pasalnya pasca libur panjang akhir Oktober, kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta melonjak signifikan.

“Dikurangi libur cuti bersama atau tidak, kami perkirakan Yogya tetap ramai. Makanya harus menyiapkan dengan protokol kesehatan. Semua tempat wisata, hotel, restoran dan tempat usaha lainnya harus menerapkan protokol kesehatan,” ujar Heroe. (Tri)

Read previous post:
Janda Dibunuh Pacar, Identitasnya Baru Dikenali Setelah 7 Tahun

Close