November DIY Alami Inflasi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – DIY mengalami inflasi pada November 0,18 persen (mtm) sehingga laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan November 2020 tercatat 0,92 persen (ytd) atau secara tahunan 1,35 persen (yoy).

“Inflasi yang terjadi di DIY menunjukkan permintaan konsumsi di tingkat masyarakat yang perlahan mulai meningkat,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan, Rabu (2/12) melalui rilis yang dikirim ke <B>Merapi<P>.

Inflasi disebabkan oleh inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok inti. Adapun kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices) mengalami deflasi.

Dari sisi volatile food, inflasi kelompok pangan pada November ini mengakhiri deflasi yang terjadi dalam empat bulan terakhir. Inflasi pangan utamanya didorong oleh komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras.

“Dari sisi inflasi kelompok inti, inflasi cenderung stabil,” imbuhnya.

Pada dua bulan terakhir progres pembuatan vaksin Covid-19 menunjukkan hasil yang positif, sehingga optimisme masyarakat terhadap pemulihan ekonomi ke depan terus meningkat. Di sisi lain, pemulihan ekonomi ini menyebabkan komoditas emas sebagai save haven perlahan mulai ditinggalkan. Hal ini berdampak pada harga emas global yang terus mengalami tren penurunan, sehingga harga emas perhiasan dalam negeri mengalami deflasi.

Sedangkan pada kelompok administered prices mengalami delfasi, akibat penurunan tarif angkutan udara. Pasca libur panjang di akhir Oktober 2020, permintaan angkutan udara kembali stabil. Hal ini menyebabkan maskapai mulai menyesuaikan tarif angkutan udara sehingga cenderung mengalami deflasi.

“Melihat perkembangan inflasi terkini, Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY pada Desember 2020 akan kembali meningkat. Secara siklus, momen akhir tahun akan mendorong pariwisata DIY, sehingga berpotensi meningkatkan konsumsi dan inflasi,” lanjut Hilman.

Demi menjaga stabilitas harga pada sasaran yang ditetapkan, Bank Indonesia bersama dengan anggota TPID DIY akan meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam memantau perkembangan harga, menjaga kecukupan stok pangan, serta mengupayakan kelancaran distribusinya. (C-4)

Read previous post:
Raup Cuan dari Window Dressing Jelang Akhir Tahun

Close