Raup Cuan dari Window Dressing Jelang Akhir Tahun

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Jelang akhir tahun ada sebuah momen yang ditunggu para investor bernama window dressing. Pada momen ini peluang keuntungan investasi amat tinggi dengan syarat memilih portfolio produk yang tepat.

Window dressing adalah strategi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menarik hati investor dengan cara mempercantik laporan atau kinerja keuangan dan portofolio bisnis yang dimilikinya. Tujuannya tentu saja untuk meyakinkan investor dalam menanamkan modal investasi yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut.

Menurut Pimpinan Cabang PT Rifan Financindo Berjangka Yogyakarta Dewi Diananingrum, pada momen window dressing harga saham menguat dan bursa pun menghangat terutama karena banyak perusahaan yang memoles laporan keuangan mereka untuk meningkatkan nilai sahamnya.

“Indeks Hang Seng dan Nikkei adalah jawaban bagi para investor yang memilih berinvestasi di bursa berjangka,” katanya.

Karena itu keputusan investasi yang bisa diambil oleh para investor untuk produk Hang Seng dan Nikkei adalah average buy dan hold sampai Desember 2020. Prediksi Hang Seng hingga akhir tahun akan menembus ke level 27000 sementara untuk indeks Nikkei berkisar pada level 27000.

Sementara untuk analisa terhadap harga emas, di momen window dressing biasanya akan mengalami penurunan sehingga strategi yang disarankan adalah buy dan hold sampai Januari 2021 karena pada awal tahun para investor bisa memanfaatkan Januari effect yang membuat emas menguat.

Analisa ini juga harus tetap memperhatikan aspek perkembangan berita positif vaksin dan pengumuman susunan kabinet Amerika Serikat yang baru nanti. Ada kalanya harga bisa mengalami perubahan tergantung dari situasi fundamental yang mempengaruhi di pasar.

Melihat dari aspek fundamental yang akan terjadi, analisa harga emas hingga akhir Desember 2020 akan tetap mengalami penurunan hingga menyentuh level US$ 1.790/troz. (*)

Read previous post:
Kasus Melonjak, Dua Anak Meninggal Akibat DBD di Kulonprogo

Close