Gerakan Gotong Royong Warga Purbayan Diganjar Penghargaan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Gerakan gotong royong ketahanan masyarakat menghadapi wabah Covid-19 (Gogrok Covid-19) warga Kelurahan Purbayan Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta masih dilaksanakan sejak April 2020 sampai kini. Gerakan itu menjadi perhatian dan diganjar penghargaan Top 21 inovasi pelayanan publik penanganan Covid-19 dari Kementerian Pembedayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) tahun 2020.

“Sejak April 2020 sudah ada kegotongroyongan warga mengumpulkan dana untuk dibelikan sembako dan dibagikan ke warga terdampak Covid-19. Saat itu belum ada bantuan sosial tunai maupun lainnya dari pemerintah,” kata Lurah Purbayan, Ari Suryani, Jumat (27/11).

Ari menuturkan Gogrok Covid-19 diinisiasi Kelurahan Purbayan dengan mendorong RT/RW menggerakan masyarakat untuk saling membantu warga tetangga yang terdampak Covid-19. Misalnya terdampak pemutusan hubungan kerja maupun yang berjualan tidak laku. Dia menyebut hingga kini perputaran dan yang dikumpulkan warga dalam Gogrok Covid-19 bisa mencapai sekitar Rp 500 juta.

Gogrok Covid-19 juga dibangun dengan membuat Posko Covid-19 di tiap RW. Ada 4 kampung, 14 RW dan 58 RT di Kelurahan Purbayan. Dalam gerakan Gogrok Covid-19 juga membuat lumbung pangan dan dapur umum RW. Termasuk ketahanan pangan dengan menanam sayuran dan budidaya lele dalam bis sumur di pekarangan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Jadi posko ini salah satunya untuk mengumpulkan dana dari orang yang mampu, untuk dibagikan kepada warga terdampak dalam bentuk sembako. Setiap dua hari sekali ada penyemprotan disinfektan swadaya. Waktu itu belum ada bantuan dari BPBD,” paparnya.

Menurutnya, pada anggaran dana kelurahan juga dialihkan dari semula untuk pembangunan balai menjadi tempat cuci tangan atau wastafel 2 titik tiap RW dan 1 titik kelurahan. Gogrok Covid-19 Purbayan juga berkembang pada bidang pendidikan. Ia menyampaikan sampai bulan Juni terbentuk relawan Covid-19 yang bergerak di bidang pendidikan. Bahkan salah satu Masjid di Purbayan yakni Nurul Huda menggunakan infak masjid untuk menyediakan internet wifi dan mengundang guru mendampingi anak belajar.

“Relawan ini membantu anak-anak sekolah online, meminjamkan internet wifi rumah,meminjamkan HP, sekaligus memberi pembelajaran tambahan,” ujar Ari.

Dia mengutarakan setiap kegiatan Gogrok Covid-19 itu didokumentasikan dan diunggah di media sosial. Gerakan itu juga disampaikan ke Wakil Walikota Yogyakarta dan dicontoh di 45 kelurahan lain di Kota Yogyakarta. Gogrok Covid-19 bersama puluhan inovasi terkait penanganan Covid-19 diusulkan ke Kemenpan RB. Akhirnya Gogrok Covid-19 Purbayan masuk penghargaan TOP 21 Inovasi Kemenpan RB.

“Gogrok Covid-19 mengutamakan ketangguhan masal. Jadi masyarakat benar-benar gotong royong menghadapi Covid-19. Gerakan kini masih dilaksanakan. Kasus Covid-19 di Kotagede juga tidak begitu signifikan. Ini sangat luar biasa, masyarakat benar-benar berupaya wilayahnya tidak ada yang tertular Covid-19,” ujarnya. (Tri)

Read previous post:
CURANMOR MARAK DI YOGYA SAAT PANDEMI CORONA-Operasi 2 Pekan, Polisi Amankan 13 Motor Curian

Close