Kulonprogo Rumuskan Pedoman Isolasi Mandiri

WATES (HARIAN MERAPI) – Pedoman tentang pelaksanaan Isolasi Mandiri di Rumah (Iso-Mama) mulai dibahas Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Kesehatan setempat. Pelaksanaan isolasi mandiri membutuhkan waktu sekitar 14 hari di tempat khusus yang telah ditentukan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Joko Budi Santoso mengatakan, pembahasan tentang pedoman Iso-Mama menjadi bagian dari acara Orientasi KPP dan Pedoman Isolasi Mandiri oleh Dinas Kesehatan Kulonprogo. Acara ini dibagi menjadi tiga angkatan.

“Kegiatan ini membahas dua materi yaitu terkait Iso-Mama dan Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Percepatan Penanggulangan Stunting di Kulonprogo,” kata Joko, Jumat (27/11).

Orientasi KPP dan Pedoman Iso-Mama, menurut Joko digelar di beberapa tempat serta diakhiri secara daring. Hal ini berkaitan dengan situasi perkembangan Covid-19 di Kulonprogo. “Kami membahas mengenai Iso-Mama, yakni suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh pasien Covid-19 di tempat yang disediakan dan dipisahkan dengan masyarakat sehat dalam batas tertentu selama 14 hari,” jelasnya.

Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Dewi Ratnawati menambahkan, dalam orientasi pihaknya juga membahas mengenai KPP dalam upaya penanggulangan stunting. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran publik dan mengubah perilaku sebagai kunci untuk mencegah stunting di Kulonprogo.

“Pada 2017, Kulonprogo ditetapkan menjadi Lokus Stunting,” ucapnya.

Ditambahkan Dewi, orientasi digelar bukan karena banyaknya kasus stunting di Kulonprogo, melainkan karena intervensinya sudah melibatkan lintas sektor. Hal ini juga bertujuan untuk penguatan SDA demi kemajuan Kulonprogo.

Rangkaian acara orientasi KPP Dinas Kesehatan Kulonprogo dibagi menjadi tiga sasaran. Pertama, dengan peserta dari lintas program yang melibatkan empat bidang dan masing-masing seksi di Dinas Kesehatan, kedua untuk para OPD yang masuk RAD Stunting dan ditambah dari 12 Kapanewon serta terakhir dibagi menjadi tiga pertemuan dan zoom meeting dengan peserta seluruh desa, PPKK didampingi PKK Kapanawon dengan total peserta sekitar 300 orang. (Unt)

 

Read previous post:
Pencegahan Intoleransi Berdasar Instruksi Gubernur DIY 1/2019 Perlu Kearifan Lokal

Close