Warga Diedukasi Pemakaman Prosedur Covid-19

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta tidak hanya melakukan pemakaman dengan prosedur Covid-19. Tapi juga memberikan edukasi terkait pemakaman prosedur Covid-19 ke masyarakat agar paham dan mencegah potensi paparan.

“Kami sosialisasikan terkait pemuliaan jenazah dengan protap Covid-19 di semua keamatan. Ini agar masyarakat bisa memahami karena berbeda dengan pemakaman biasanya,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, Jumat (27/11).

Dicontohkan salah satu prosedur pemakaman Covid-19 adalah harus dimakamkan maksimal 4 jam sejak meninggal dunia. Tidak hanya pada pasien yang positif Covid-19, tapi juga pasien terduga Covid-19 yang belum keluar hasil tes usapnya. Pemakaman juga dilakukan tim pemakaman BPBD dengan memakai alat pelindung diri (APD) dan masyarakat tidak boleh mendekat.

“Meskipun belum keluar hasil swab, tetap kami laksanakan protap Covid-19, empat jam harus kami makamkan,” ujarnya.

Dia menyebut ada 6 tim pemakaman yang aktif di BPBD Kota Yogyakarta, hanya saja tiap tim harus istirahat 1×24 jam pascamelaksanakan tugas. Sedangkan kendaraan yang mengangkut juga ada 6 unit dan 1 mobil jenazah dari Dinas Sosial. Setelah dipakai kendaraan disterilkan dengan disemprot disinfektan.

“Kalau kendaraan setelah didekontaminasi usai dua jam bisa digunakan lagi. Tapi personel tim pemakaman harus istirahat. Makanya kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami koordinasi dengan PMI dan para relawan serta koordinasi BPBD DIY,” ucapnya.

Dia menjelaskan Tim Pemakaman prosedur Covid-19, juga melakukan penyemprotan di tempat-tempat yang ditemukan kasus positif Covid-19. Misalnya pada kasus Covid-19 pada PNS di Dinas Sosial serta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta ada penyemprotan disinfektan.

Untuk APD bagi tim pemakaman BPBD Kota Yogyakarta, dia memastikan masih tersedia mencukupi. Dia menyatakan para personel tim pemakaman Covid-19 juga mendapat asupan vitamin dan sebulan sekali menjalani rapid test.

Analis Bencana BPBD Kota Yogyakarta, Retno Rahayu Subekti menambahkan, arah sosialisasi pemakaman prosedur Covid-19 ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahwa yang melaksanakan pemulasaran bukan masyarakat,tapi rumah sakit agar lebih aman. Termasuk dalam pemakaman oleh tim pemakaman BPBD dengan APD dan teknis di lapangan seperti masyarakat tidak boleh mendekat saat pemakaman.

“Ada juga sebagian kecil masyarakat yang nekat mendekat saat pemakaman itu riskan. Bukan pada peti dan liang lahat tapi petugas pemakaman karena petugas masuk ke ruang isolasi mengambil peti, sehingga tidak tahu apa yang nempel di APD. Makanya perlu edukasi. Bahwa Covid itu bukan aib dan perlu jaga jarak. Tapi tidak mengucilkan orang yang positif Covid-19,” ucap Retno. (Tri) 

Read previous post:
Kulonprogo Rumuskan Pedoman Isolasi Mandiri

Close